Tinjau IPAL Bermasalah, DPRD Kabgor Bakal Panggil Pihak Terkait

oleh -

Foto : Komisi lll DPRD Kabgor saat meninjau Lokasi IPAL Kayu Bulan.(foto istimewa).

Gorontalo, Suaralidik.com – DPRD kabupaten Gorontalo, dalam hal ini Komisi lll meninjau IPAL yang belakangan dikeluhkan oleh masyarakat Lingkungan satu RT/7 kelurahan Kayu Bulan kecamatan Limboto, 09/07/2019.

IPAL yang kerjakan pada tahun 2017 dalam program kotaku dipertanyakan oleh anggota Komisi lll, karena meresahkan warga sekitar akibat tidak berfungsi sesuai perencanaan awal.

Saat peninjauan komisi lll menemukan, dari awal pembangunan IPAL tesebut ternyata tak melibatkan warga sekitar terkait perencanaannya.

“Kita tak pernah diundang rapat saat rencana pembangunan, setelah menentukan lokasi yang kebetulan di pekarangan rumah saya, barulah mereka datang dan berharap pembangunan IPAL ini berada dihalaman rumah saya,”jelas Yulce atau biasa disapa tante Non.

Ditempat yang sama, Dahlan Usman selaku perwakilan masyarakat, menyayangkan kondisi ini. Ia mengatakan sudah berulang kali masyarakat melaporkan persoalan ini tetapi tak ada respond.

“Ini akibat perencanaan yang salah, dan berakibat fatal kepada masyarakat sekitar. Dimana-mana air mengalir dari atas ke bawah, bukan dari bawah ke atas seperti kondisi IPAL di lingkungan ini,”kata Dahlan.

Menanggapai hal ini Ketua Komisi lll Ali Polapa menyayangkan kejadian tersebut. Dan rencananya pihaknya akan segera mengundang pihak terkait untuk membahas masalah ini.

“Sudah dua tahun masyarakat bersabar dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, apalagi kondisi saluran yang kita lihat airnya tak berjalan, dan ini bisa saja menjadi sumber penyait bagi warga sekitar,” terang Ali.

“Kami akan mengagendakan pertemuan dan melibatkan semua unsur terkait dalam membahas permasalahan ini”,lanjut Ali.

Sementara itu Iskandar Mangopa, yang juga aleg Limboto, Limboto Barat menambahkan, hal ini diibaratkan seperti peribahasa “gajah dipelupuk mata tak nampak, semut diseberang lautan nampak jelas” begitulah kondisi masyarakat yang terkena dampak pembangunan IPAL ini.

“Kejadian ini terjadi di pusat kota Limboto dan berpapasan dibelakang kantor Dinas Kesehatan yang notabene faham soal kesehatan termasuk kesehatan lingkungan. Maka bisa jadi untuk pencegahan masyarakat agar selalu sehat oleh Dinas Kesehatan tidak berfungsi dengan baik”,kata Iskandar.

“Karena nyatanya keluhan warga tak pernah di respon. bahkan terkesan tak ada upaya dari dinas kesehatan yang paling dekat dan berkompoten untuk menjadikan lingkungan di seputaran IPAL ini bersih”,sambung aleg yang sering disapa Is.(Rollink).