Titik Nadir Puisi Say Chou

oleh

Titik nadir

Di tepian muara hati menyelami liku fikiran Bergema titah robbani lembut menyejukkan sanubari
Perlahan sayu cahaya memecah keheningan
Sayup suara bergemerincing menguasai senja
Memuaikan ambisi kuasa akan diri
Indah Menentramkan dalam temaram

Sahabatku..
Bagaimana kita merasa cukup tanpa qonaah
Bagaimana kita berhenti mengeluh tanpa pasrah
Bagaimana kita memahami anugrah tanpa syukur
Dan bagaimana kita berbahagia tanpa ikhlas

Sahabatku..
Seandainya kain kafan telah terajut dan nisan telah terukir
Raga merapuh dan kalimah thoyyibah bersahut melalui lisan berdzikir
Mungkin Itulah titian jalan pulang sejati

Sahabatku..
Isak di raut-raut wajah silih berganti
sedu sedan tangis berbulir menyumber
ingin ku tebar senyum indah sedang orang orang menangis pedih kala batas waktu mencapaiku
Sebagaimana orang orang tersenyum merekah sedang aku menangis menjerit kala bunda melahirkanku.
Kini lukisan memori tersemat torehan” masa
Kanvas pun moksa menjelma menghimpun ribuan lafadz
“MAAF, MAAF DAN MAAF”

Singosari, 11 maret 2017

Pria bernama muhammad syaikhu el islami dengan nama panggilan Say_Chou yang brhasil dilahirkan di singosari malang jawa timur
Yang Saat ini lagi semangat belajar buat nulis😋😋😋


Abdul Nazaruddin

Rujadi

H.Askar

Harris Pratama