Tommy : Defisit, Bupati Sudah Mewanti-Wanti Sejak Awal

oleh
Photo : Wabup Tommy Satria Yulianto memimpin rapat monev realisasi program dan kegiatan di Aula Bappeda Bulukumba

BULUKUMBA, Suaralidik.Com – Setali tiga wang. Itulah yang tepat dialamatkan ke tata kelolah keuangan Pemkab Bulukumba. Betapa tidak, selain mengalami defisit yang nyaris tembus Rp 8 M.

Ternyata, realisasi fisik program dan kegiatan OPD Pemkab Bulukumba pun minim di Triwulan II. Rata-rata serapan keuangan OPD sekitar 27,60% dan fisik 39,79%. Jauh dari target sekitar 50%.

Itu sebabnya, pekan lalu, Kamis (19/7/2018) di Aula Bappeda Bulukumba digelar monitoring dan evaluasi program dan kegiatan OPD sampai Triwulan II.
Wakil Bupati Bulukumba Tommy Satria Yulianto yang hadir di kegiatan Monev mengaku kecewa dengan serapan OPD yang minim.

“Saya ingatkan jangan- ki bangga kalau serapan-ta lebih besar kegiatan operasional perjalanan dinas ketimbang dana publik,”kata Tommy.

Nada suara Tommy saat itu agak tinggi dengan terulangnya kembali defisit APBD 2018. Sehingga solusi yang bisa dilakukan hanya melakukan rasionalisasi kegiatan di OPD-OPD.
“Padahal Bapak Bupati sudah mewanti-wanti jangan sampai terjadi,”tambah Tommy.

Dari data yang diperoleh di Bappeda. APBD 2018 Bulukumba sebesar Rp 1.51e.537.181.434,- belanja tidak langsung (BTL) Rp 750.307.816.792,- dan Belanja langsung (BL) Rp 763.229.364.641,-

Bappeda merilis di Monev, ada 10 OPD persentase capaian realisasi keuangan diantaranya ; Dinas PSDA, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura, Dinas Dikbud, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Dinas Peternakan dan Keswan, Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dan Dinas PMD.

Adapun 10 OPD yang tertinggi persentase capaian realisasi keuangan adalah ; BPBD, Satpol PP, BPKD, BPD, Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan, Diskominfo, Sekretariat Daerah, Disnaker, Kesbangpol, Inspektorat. (***DRWS)