Tomy Satria Yulianto Resmikan Fasilitas Cuci Darah RSUD Andi Sulthan Daeng Radja

oleh
RSUD Bulukumba
Tomy Satria Yulianto saat mengunjungi pasien RSUD yang sedang melakukan transfusi darah

Lidik Bulukumba,- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, melaunching fasilitas hemodialisis atau fasilitas cuci darah. Hemodialisis atau fasilitas cuci darah diresmikan Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto, Kamis (9/3).

Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, dr Abd Radjab, mengatakan unit hemodialisis merupakan salah satu bagian bentuk layanan kesehatan bagi masyarakat dari suatu Rumah Sakit. “hemodialisis atau cuci darah sangat berperan penting bagi penderita gagal ginjal,” kata Direktur RSUD Bulukumba, Abd Radjab.

RSUD Bulukumba
Tomy Satria Yulianto saat mengunjungi pasien RSUD yang sedang melakukan transfusi darah

RSUD Bulukumba yang dibangun sejak tahun 1969 lalu, akan terus memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat. Menurut dr Abd Radjab, data BPJS bahwa tahun ini saja ada 32 pasien (warga Bulukumba) yang membutuhkan layanan hemodialisa. “mereka harus cuci darah 2 hingga 3 kali seminggu, sehingga ini bisa mengurut biaya transportasi dan akomodasi” ungkap dr Radjab.

Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto, mengatakan fasilitas hemodialisis merupakan loncatan besar bagi RSUD Bulukumba. Fasilitas hemodialisis ini merupakan bagian komitmen Pemkab Bulukumba menjadikan rumah sakit ini (RSUD Bulukumba) sebagai salah satu rumah sakit rujukan di bagian selatan Sulawesi Selatan.

“Kini masyarakat yang menjadi pasien tidak perlu lagi ke Makassar. Fasilitas hemodialisis ini bagian dari komitmen Pemkab memberikan kepuasan atas hak dasar layanan kesehatan. Pemkab akan terus memberikan layanan yang terbaik,  tidak hanya untuk warga Bulukumba, tapi juga warga di wilayah selatan-selatan,”kata Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto.

Menurut Tomy Satria Yulianto, RSUD Bulukumba merupakan etalase dari dari salah satu pelayanan kesehatan pemerintah daerah. Oleh karena itu, pegawai RSUD Bulukumba sebagai ujung tombak, harus senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik. “Fasilitas canggih ini(hemodialisis) harus dibarengi dengan peningkatan SDM pegawai, baik hardskill maupun softskill” pinta Wabup Tomy Satria Yulianto.

Lebih lanjut Tomy menyebut isu kesehatan sangat sensitif, sedikit saja ada masalah dalam pelayanannya maka itu akan menjadi viral dan menjadi sentimen sosial yang negatif. Sehingga kerja keras dalam perbaikan layanan selama ini akan hilang seketika

“Untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat maka harus memperlihatkan kinerja yang baik dan memastikan mereka terlayani dengan baik di rumah sakit, mari kita bersama menjaga komitmen itu” ajak Tomy Satria kepada jajaran rumah sakit

Saat meninjau unit ruang hemodialisis, Wabup Tomy Satria menyapa empat pasien yang sementara proses cuci darah atau yang menurut istilah barunya buang racun. Keempat warga itu adalah Uddin (56) asal Desa Bentengpalio cuci darah untuk ke 112 kali, Maryam (48) asal Kabupaten Jeneponto cuci darah ke 80 kali, Rafiuddin (57) asal Sawere cuci darah ke 109 kali, dan Padi Tagge (66) asal kampung Gadde Ujungbulu, cuci darah ke 90 kali. Menurut dr. Abd. Radjab mereka rata-rata cuci darah 2 sampai 3 kali dalam seminggu, dan proses cuci dari memerlukan waktu 3-4 jam. (Ulla/Bcht/rsd)