banner 728x250

Tunaikan Janji Kampanye, Bupati Andi Utta Canangkan Program 1000 Rumpon

  • Bagikan
Pencanangan program 1000 rumpon oleh Bupati Bulukumba Muchtar Ali Yusuf,Selasa (25/05) di PPI Bonto Bahari ||

suaralidik.com, BULUKUMBA – Salah satu program unggulan yang menjadi janji Bupati Muchtar Ali Yusuf saat Pilkada Bulukumba yang lalu adalah program 1000 Rumpon.

Untuk memulai gerakan 1000 rumpon, Dinas Perikanan Bulukumba melaksanakan pencanangan program 1000 rumpon di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Bontobahari, Selasa (25/01).

banner 728x250

Dalam pencanangan rumpon ini Bupati Muchtar Ali Yusuf menyerahkan 2 buah rumpon siap pasang kepada anggota KUBE Nelayan Dua Putra atas nama Nandir.

Dalam sambutannya Andi Utta sapaannya mengaku bahwa program 1000 rumpon ini adalah asli dari dirinya berdasarkan pengalaman usahanya selama ini yang bergerak di sektor perikanan kelautan.

“Kita memiliki garis pantai 128 kilometer. Untuk memaksimalkan hasil perikanan kita butuh rumpon, karena terumbu karang kita sedikit,” ungkapnya.

Menurutnya 1000 itu adalah jumlah yang masih sedikit jika dilihat dari panjang garis pantai. Namun paling tidak rumpon ini akan menjadi lokasi fishing ground (lokasi tangkapan) untuk ikan layang dan ikan tuna.

Jika nelayan memiliki rumpon,maka peluang mendapatkan ikan lebih banyak dibanding ketika hanya
mengandalkan insting dalam mencari ikan di laut.

Rumpon yang menjadi Fishing Ground cenderung lebih pasti, karena ikan-ikan cenderung mencari benda-benda apung di tengah lautan untuk mencari makan.

Sehingga ke depan Bulukumba bisa menghasilkan ikan tuna dan ikan layang lebih besar dan bisa dieksport.

“Hitung-hitungannya 3 bulan pasca rumpon dipasang sudah bisa dipanen. Satu rumpon bisa menghasilkan seperdua ton ikan per dua minggu,” pungkasnya.

Dalam melaksanakan program ini, Bupati berlatar pengusaha ini meminta untuk mengantisipasi kerusakan rumpon dengan tidak memasang di jalur kapal.

Salah seorang nelayan asal Kajang, Kamaruddin berharap program rumpon ini dapat dilaksanakan secara adil dan merata. Dan yang lebih penting bantuan alat rumponnya harus lengkap.

“Jangan hanya talinya saja dibantu. Tapi bantuan harus lengkap sehingga kita tidak mencari lagi dana untuk kebutuhan alat lainnya,” pintanya.

Dalam laporannya, Kadis Perikanan Alfian Mallihungan menyampaikan bahwa produksi perikanan tangkap tahun 2020 mencapai 53.860,1 ton yang menjadikan Kabupaten Bulukumba menjadi produser perikanan tangkap terbesar di Sulawesi Selatan.

Nilai produksi Perikanan Tangkap pada tahun 2020 lanjutnya mencapai Rp. 1.346.273.000

“Adapun jumlah tenaga kerja yang terserap secara langsung untuk perikanan tangkap ini mencapai 12.603 orang,” bebernya.

Pada kesempatan tersebut Bupati Andi Utta melakukan dialog untuk menyerap aspirasi para nelayan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *