Tuntut Guru Cabul Di Pecat, Kelompok Cipayung Bulukumba Demo Kejari

oleh
Demo Cipayung Bulukumba
Kelompok Cipayung Wati Bulukumba menggelar aksi unjuk rasa terkait kasus pencabulan guru SD di Barugae, Selasa (9/5/17) ||SUARALIDIK.com

BULUKUMBA,SUARALIDIK.com— Penanganan kasus Pencabulan oknum Guru Muhammad Jufri hingga saat ini dinilai jalan ditempat, terbukti dengan tidak adanya proses penahanan dari Pihak Kepolisian maupun Kejari Bulukumba.

Demo Cipayung Bulukumba
Kelompok Cipayung Wati Bulukumba menggelar aksi unjuk rasa terkait kasus pencabulan guru SD di Barugae, Selasa (9/5/17) ||SUARALIDIK.comr

Hari ini,Selasa (9/5/17) siang sekira pukul 11.00 WITA, Kelompok Cipayung Wati Bulukumba yang tergabung dalam Kohati,Korpri PMII dan IMMwati menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri Bulukumba ( KEJARI). Aksi unjuk rasa para aktivis perempuan yang di pimpin Ketua Korpri PMII, Siti Khadijah bersama dengan keluarga korban tersebut memyikapi lambannya penanganan terhadap pelaku.

Kelompok Cipayung Wati meminta agar pihak Kejari Bulukumba untuk segera menuntaskan kasus yang telah menimpa korban AUL tersebut.

Dengan tegas kami meminta agar Kejari dan Pemkab Bulukumba tidak menutup mata, oknum PNS yang merupakan pelaku pencabulan harus dilakukan pemecatan ” ujar Khadijah dalam orasinya.

Berikut isi pernyataan sikap Kelompok Cipayung Wati Bulukumba ;
(1). Mendesak pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas dugaan kasus tindak asusila yang dilakukan oknum Guru di SD 189 Barugae

(2). Meminta Kapolres memberikan sanksi terhadap penyidik PPA yang diduga tidak profesional dalam menjalankan tugas dalam hal ini Kanit PPA Bripka Asriati.

(3). Mendesak Dinas Pendidikan untuk memecat pelaku pencabulan dalam hal ini oknum (Muh. Jufri) karena mencoreng citra dunia pendidikan Bulukumba

(4). Meminta Kejaksaan dalam hal ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menuntut pelaku sesuai aturan hukum yang berlaku.

Dalam aksi di Kejari Bulukumba, Kejari Muh.Ikhsan didampingi Kasi Intel Sarwanto dan Kasi Pidum Ferdi Siswamdana menyampaikan kasus pencabulan yang melibatkan oknum Guru sampai saat ini telah P 21, dan menunggu tersangka serta barang bukti untuk dihadirkan dipersidangan (GHF/RED2)