Ulama dan Umat Islam Makassar Tolak Perrpu Ormas dan Kebangkitan PKI

oleh
Tabligh Akbar
Umat Islam dari berbagai ormas Islam dan ulama menghadiri Tabligh Akbar “Menyelamatkan Indonesia,Tolak Kebangkitan PKI, Tolak Perppu Ormas No. 2/2017”

MAKASSAR,SUARALIDIK.com – Ratusan umat Islam dari berbagai ormas Islam dan ulama menghadiri Tabligh Akbar “Menyelamatkan Indonesia,Tolak Kebangkitan PKI, Tolak Perppu Ormas No. 2/2017”.

Tabligh Akbar
Umat Islam dari berbagai ormas Islam dan ulama menghadiri Tabligh Akbar “Menyelamatkan Indonesia,Tolak Kebangkitan PKI, Tolak Perppu Ormas No. 2/2017”

Kegiatan digelar hari Minggu, 22 Oktober 2017 di Masjid Baiturrahman Panaikang Makassar. Kegiatan dilaksanakan oleh Forum Ulama Cendekia dan Asatids (FUACA) Sulsel, dimulai dari pukul 06.00-10.00 WITA.

Diawali dengan pemaparan dari berbagai tokoh yang hadir tentang ancaman Indonesia dari serangan dan dominasi Asing maupun Aseng yang saat ini tak lagi dapat dibendung oleh slogan demokrasi yang sesungguhnya pro terhadap kepentingan Asing Aseng dan tidak pada rakyat.

Sejumlah ulama Sulsel hadir diantaranya, KH.M. Abdul Samad,Lc, KH.Dr. Syahrir Nuhun, Lc, M.Thi, KH. Dr. Al-Basri, MBA, KH. Abdul Djalil, Lc, KH. Mustari Ago, Ust. Barlianta Abdullah dan Ust. Nasaruddin Linggi Allo.

Dalam Tabligh tersebut,salah satu pembicara Ust. Barlianta Abdullah,memaparkan bahaya PKI dan Perrpu Ormas untuk Umat Islam.

PKI telah sangat jelas bahayanya untuk negeri ini terkhusus bagi umat Islam. Ideologi Komunis yang diemban oleh PKI menjadikannya berlaku keras dan bertindak diktator terhadap rakyat terkhusus Umat Islam mirip dengan Rezim saat ini.” Tegasnya.

Perrpu Ormas juga di sampaikan bahwa akan menjadi palu godam yang akan digunakan rezim untuk memberangus Ormas Islam.

Suasana berjalannya Tabligh Akbar makin semangat dengan pekik takbir.

Tampak pula Ustadz Nazaruddin Linggi Allo menyampaikan tausyiahnya bahwa upaya rezim untuk membungkam dakwah Islam adalah upaya yang sia-sia.

Membungkam dakwah Islam untuk mewujudkan tegaknya Khilafah sama saja rezim ingin menahan terbitnya matahari di ufuk Timur, jelas hal tersebut menjadi sesuatu yang mustahil.”

Lantang Ustadz Nasaruddin menyampaikan kemudian disambut dengan pekikan takbir dari jama’ah yang hadir.

Selanjutnya kegiatan Tabligh Akbar tersebut ditutup dengan pembacaan doa seraya memohonkan agar Indonesia dan seluruh umat dapat menjadi lebih baik dalam Lindungan Allah Yang Maha Kuasa. (a2)