ULP Lampung Tengah Menjengkelkan, Ini Sikap Tiga Perusahaan

oleh -
ULP Lampung Tengah Diprotes oleh 3 perusahaan

Lampung tengah, Suaralidik.com – Tiga CV jasa kontruksi di Lampung Tengah (Lamteng) dibikin geram oleh Unit Lelang Pengadaan (ULP) pemkab setempat.

Adalah CV. Nuansa Karya Konstruksi, CV. Karya Prabu Gemilang dan CV. Balance Construction. Ketiga rekanan itu menduga ULP telah melanggar aturan.

Seperti yang dijelaskan Hengki Jaya Putra, Direktur CV. Karya Prabu Gemilang. Yang jadi pertanyaannya, terkait server Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Lamteng yang harus melakukan lelang di Polinela Bandar Lampung.

“Adanya pemindahan seperti ini, mengindikasikan sistem di ULP Lamteng sudah carut marut. Dan memperlihatkan secara jelas adanya dugaan pengondisian lelang di Lamteng sehingga lelang harus menumpang di polinela,” ujarnya, Rabu (26/6/2019).

Senada diutarakan Ahmad Febrian, Direktur CV. Nuansa Karya Konstruksi. Cara ULP Lamteng yang akan melaksanakan lelang di polinela dan tidak menggunakan LPSE Kabupaten Lamteng dinilai sudah melanggar aturan dan mengabaikan prinsif-prinsif yang sudah tertuang dalam Peraturan Presiden Repubik Indonesia tentang etika Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ).

“Kami menilai UKPBJ Lamteng sudah melanggar pasal 6 dan 7 dalam Perpres Jasa Konstruksi No 16 tahun 2018 tentang Prinsip dan Etika pengadaan barang dan jasa,” tegasnya.

Sedangkan menurut Ansori, Direktur CV. Balance Construction, rekanan mempertayakan alasan ULP yang menumpang lelang di polinela. “Panitia ULP Lamteng kan sudah terbentuk dan mampu berfungsi sesuai tugasnya dalam melakukan lelang perkerjaan,” uankapnya

Susah seharusnya, kata dia, Pemkab Lamteng mengutamakan transparansi dalam hal pengadaan barang/jasa sebagaimana transparansi sudah dikampanyekan oleh pemerintah. “Jadi, keputusan untuk memindah lelang ke polinela malah terkesan tidak transparan,” bebernya.

Bahkan, dia mempeetanyaka apakah ada hal yang urgent sampai panitia menumpang lelang di luar Lamteng. Sedangkan, menurut dia, SDM yang ada di ULP Lamteng sudah mampu dan terbiasa melelang pekerjaan.

“Indikasi pengondisian lelang di Lampung Tengah semakin terlihat karena adanya lelang di polinela,” tukasnya. Sementara, hingga berita ini ditulis, pihak ULP Lamteng belum bisa dikonfirmasi. ( ***edy doy)