Umbola Tegaskan, Pengelolaan ADD Dan DD Harus Sesuai Aturan

oleh -1 views
Foto : Kepala BPMD Boltim, Slamet Umbola

Boltim,Suaralidik.com – Anggaran Dana Desa (DD) serta Alokasi Dana Desa (ADD) tahap II di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), hingga saat ini dalam proses perealisasian ke masing-masing desa sesuai prosedur atau persyaratan.

Hal itu dikatakan, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Slamet Umbola, saat ini kita sedang melakukan pencairan DD dan ADD ke desa.

“Jika desa yang sudah lengkap persyaratannya serta dokumen pertanggungjawaban pada pencairan tahap satu, maka kita akan lakukan proses pencairan anggarannya,” jelas Slamet di ruang kerjanya, Rabu (03/07).

Saat ini, untuk DD sudah sekitar 30 desa yang realisasi. Sedangkan, ADD capai 65 desa. Jadi, persyaratannya harus lengkap, guna  realisasi tahap II. Sehingga pada tahap II ini, kita memang selektif untuk dokumen persyaratan pencairannya sebab ini atauran.

Tergatung masing-masing desa dimana syaratnya tidak lengkap atau lamban memasukan dokumen tahap pertama, maka desa tersebut juga yang terlambat menerima anggaran desa.

“Pada tahap II ini, jumlah total anggaran keseluruhan DD dan ADD dalam tahun 2019 yakni, Dana Desa Rp 67 miliar. Alokasi Dana Desa 39, 900 juta. Itu terbagi tiga tahap dalam pencairan, tahap pertama 20%, kedua 40% dan ketiga 40%. Ada kemungkinan per desa mendapat anggran sekira Rp Rp 900 juta hingga semilliar lebih untuk DD. Kalau ADD kemungkinan, Rp 400 juta sampai lima ratusan juta,” papar Slamet kepada media ini.

Dirinya menegaskan, kepada Kepala- Kepala Desa (Sangadi-red) terkait dengann pengelolaan administrasi dana di desa, harus sesuai aturan yang berlaku.

“Jangan menyelewengkan DD dan ADD. Uang negara harus digunakan sebaik-baiknya, dan dikelola sesuai aturan berlaku. Sebab, itu bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat di desa. Kalau diselewengkan, maka konsekwensinya akan berurusan dengan ranah hukum,” kata Slamet dengan tegas.(***Bobby)