UNG Bonebol Akan Diresmikan, Tanah Warga Belum Dibayarkan

oleh

Gedung Proyek Kampus Universitas Gorontalo (UNG) yang berlokasi di Kabupaten Bone Bolango,(foto.Fan)

Gorontalo, Siaralidik.com – Wacana pengresmian Kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang berada di Kabupaten Bone Bolango, rencananya akan diresmikan pada Desember 2018 mendatang yang akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

Akan tetapi meskipun sudah ada rencana pengresmianya, Kampus yang dibangun dengan anggaran milyaran ini masih memiliki masalah terkait dengan pembebasan lahan. Masih ada sebagian tanah warga yang hingga kini belum terbayarkan.

Hal ini disampaikan oleh salah satu pemilik lahan, Abdullah Pakaya, misalnya. Ia mejelaskan, bahwa pihak pemerintah Daerah Kabupaten Bone Bolango, hingga kini belum menyelesaikan pembayaran tanahnya tersebut.

“Saya dengar rencana UNG akan diresmikan bulan Desember ini, namun hal yang saya sesalkan adalah tanah kami yang sudah menjadi lokasi pembangunan UNG sampai dengan hari ini belum dibayarkan oleh pihak Pemerintah Daerah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Bahkan yang lebih lagi, tanah tersebut hanya dibayarkan kepada yang bukan pemilik yang sah “Yang jadi persoalan yakni pihak Pemerintah Daerah hanya membayarkan kepada orang lain yang dasar kepemilikannya tidak jelas,” tambah Abdullah.

Selain itu Abdullah mengklaim bahwa ia punya bukti yang kuat terkait dengan kepemilikan tanah tersebut. yang dibuktikan dengan peta lokasi tanah yang dibuat oleh orang tua mereka dulu pada tahun 1960, dan juga diperkuat lagi dengan Surat Keterangan Pemilikan Tanah (SKPT) yang di tanda tangani oleh Kepala Desa dan Camat.

“Bukti saya kuat, apalagi yang harus Pemerintah Daerah ragukan dengan hak kepemilikan saya, bahkan saya sudah bosan dengan pertemuan dan janji-janji pemerintah Daerah, saya menduga bahwa Pihak Pemerintah Daerah ada permainan dalam hal pembebasan tanah ini,” lanjut Abdullah.

Terpisah, Reza Pateda, Kepala Bidang Pertanahan Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Bone Bolango, saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa benar terkait tanah tersebut sudah dibayarkan “Memang tanah tersebut sudah kami bayarkan kepada seseorang bernama OP alias Obi, nanti setelah terbayarkan barulah bapak Abdullah mengadu ke Pemda,” Kata Reza .

“Kami membayar sesuai dengan Surat Penguasaan yang di keluarkan oleh Kepala Desa Moutong, Yamin Mustapa, yang saat itu menjabat dan tidak mungkin kami bayar dua kali tanah ini ke pihak lain,” tambahnya.

“Kalaupun bapak Abdullah mengklaim bahwa itu tanahnya, maka silahkan tuntut secara perdata dan nanti setelah ada putusan pengadilan bahwa itu merupakan tanah dari bapak Abdullah, maka kami siap akan membayarnya kembali,” tandasnya.(***Fan).