banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

Ungkap Kasus Peredaran Narkotika Jaringan Malaysia, Polda Aceh Amankan 189 Kg Sabu

Konferensi pers
Kapolda Aceh Irjen Pol Ahmad Haydar saat menggelar konferensi pers pengungkapan peredaran Narkotika jaringan Malaysia, yakni Sabu seberat 189 Kg dan 38. 850 Pil Ekstasi ||

Amankan 2 Tersangka Serta 38.850 Butir Pil Ekstasi

BANDA ACEH, SUARALIDIK – Tim gabungan yang terdiri dari Ditresnarkoba Polda Aceh, Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Ditpolair Polda Aceh, Polres Aceh Utara, dan Dirjen Bea Cukai Aceh mengungkap peredaran gelap narkotika jenis Sabu dan Ekstasi.

banner 728x250

Dalam konferensi pers di Mapolda Aceh, Selasa (08/03) di ekspose barang bukti berupa Sabu siap edar seberat 189 Kg dan pil Ekstasi sebanyak 38.850 butir.Pengungkapan kasus narkoba di Kabupaten Aceh Utara ini, menghemat biaya rehabilitasi korban narkoba sebesar Rp 2 triliun.

Kapolda Aceh Irjen Pol Ahmad Haydar mengatakan pengungkapan penyelundupan narkoba ini di dua lokasi /TKP (Tempat Kejadian Perkara), petugas sudah mengamankan dua tersangka, dan seorang masuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang).

“Pengungkapan peredaran gelap narkoba butir pil ekstasi di wilayah hukum Polda Aceh ini merupakan jaringan Malaysia–Aceh,” kata Kapolda dalam konferensi pers yang diterima redaksi suaralidik.

Kronologisnya, tim gabungan mendapat informasi dari masyarakat akan masuk narkoba jumlah besar dari laut di kawasan Desa Tanjung, Kecamatan Lakahan, Kabupaten Aceh Utara pada Kamis (24/2/2022) pukul 04.00 WIB.

Pada TKP pertama, terpantau petugas sebuah mobil pickup Mitsubishi masuk lalu dilakukan pengejaran. Petugas berhasil menyita lima karung goni dan satu tas. Sedangkan di TKP kedua, tim juga melakukan penyisiran tidak jauh dari penemuan kendaraan tersebut. Pada sebuah rumah dilakukan penggeledahan dan ditemukan lima karung goni.

Kemudian petugas melakukan pengembangan, sehingga menemukan alamat pelaku yang bertindak sebagai Tekong (Nahkoda) dan barang bukti narkotika lainya berhasil diamankan.

“Tim lakukan pengembangan, dan berhasil mengamankan dua tersangka, yaitu MY alias S dan MR. Serta mendapati barang bukti berupa sabu seberat 189 Kg, pil Ekstasi 38.850 butir, dengan satu unit mobil pickup, dan dua unit handphone,sementara satu pelaku (pemilik) yakni HR kini menjadi DPO, ” terang Irjen Pol. Ahmad Haydar.

Berdasarkan pemeriksaan petugas, MY dan MR baru pertama kali melakukan penyelundupan narkoba karena disuruh HR. Ia dijanjikan Rp 20 juta bila berhasil membawa narkoba tersebut.

Dengan terungkapnya peredaran Narkoba ini, kata Ahmad Haydar, Polda Aceh telah menyelamatkan 983.850 jiwa generasi emas Indonesia. Rinciannya, 1 gram sabu untuk 5 orang dan 1 butir ekstasi untuk satu orang.

Dan mengucapkan terima kasih setinggi tingginya kepada seluruh elemen masyarakat termasuk awak media berperan aktif memberikan informasi kepada aparat Kepolisian tentang adanya peredaran narkoba, agar tindakan yang dilarang undang-undang tersebut bisa segera dihentikan.

Ahmad Haydar juga berterimakasih kepada seluruh personel di lapangan yang terlibat pengungkapan narkotika ini.

Diakuinya mengungkap kasus narkotika bukanlah hal mudah, tapi butuh strategi dan kesiapan yang matang serta tim yang solid terutama petugas yang memiliki integritas tinggi dan kerjasama yang baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.