Ungkapan Sekertaris Lidik pro Dimana Arti Sosial Pemerintah Negara terhadap Rakyatnya

oleh -
Foto : Sekretaris Lidik Pro Bulukumba, Eka Wati

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Sekertaris Lidik pro Eka wati mengungkapkan bahwa adakah arti sosial yang begitu erat dikabupaten Bulukumba adakah perlindungan anak yang dijamin oleh negara jawabnya adalah penasaran.

Untuk memastikan harus turun ke lapangan mencari jalan permasalahan dilingkungan kita.

Tahun kemarin dihebohkan dengan seorang ibu yang kurang waras membawa anaknya kurang lebih umur anaknya 4 tahun pada saat itu saya hanya melihat lewat facebook Karena penasaran saya menghubungi teman untuk mencari jalan keluar agar anak tersebut mendapat perlindungan dari negara agar tidak terjadinya kekerasan dibawah umur.

Namun hari itu saya sudah mengetahui kalau wanita tersebut telah ditangani oleh kantor Dinas sosial dengan postingan facebook yang beredar.

wanita tersebut telah diurus baik dan bahkan dari dinas sosial membantu wanita tersebut mendapatkan kartu kependudukan sembari dipulangkan dikeluarganya juga dilakukan pengontrolan gerak-geriknya.

Namun setahun berlalu wanita yang kurang waras itu kembali sedang membawa anaknya kembali berjalan kaki kesana kesini.

Jika anak tersebut capek berjalan ganjaran pukulan ibunya menghajar keanak tersebut.

Saya selaku sekertaris lidik pro merasa ibah dan melakukan rapat akhirnya kami mendapat jawaban pada saat rapat inti lembaga terlaksana, bahwa ketua DPD Lidik pro kabupaten dari lembaga kami yakni Harianto Syam memerintahkan saya membuat surat kepada Dinas perlindungan perempuan dan anak.

Perihal surat itu agar yang bersangkutan dalam perlindungan perempuan dan anak agar bisa mempedulikan orang yang tidak waras dan sedang membawa anaknya berkeliaran di Kota Bulukumba.

“Dinas terkait diimbau memfasilitasi dilakukan uji pengobatan ditenaga ahli psikologi juga pengobatan psikiater,”
Ungkap Harianto Syam.

Harianto Syam mengungkapkan bahwa melihat lingkup kasus di indonesia banyaknya kasus pelecehan seksual baik kekerasan anak dan perempuan.

Maka dari itu kita cegah dari sekarang karena 2 minggu yang lalu hal ini sudah menjadi keritikan pedas diakun facebook.

Wanita kurang waras itu belum diketahui status mentalnya karena diagnosa dari kedokteranpun belum ada yang menyatakan dirinya gila/kurang waras.

Karena itu, jika dirinya tidak gila dan hanya stres gangguan mental karena tekanan permasalahan yang dialaminya, maka yakin saja jika opini ini tersebar wanita tersebut tersisih sebagai orang normal dan diaasingkan di lingkungannya.

Hal ini bisa mengakibatkan wanita tersebut akan lebih terganggu kejiwaannya. Tak hanya itu bahkan mental anaknya pun akan rusak.

Saya bukan dari psikolog atau dari psikiater namun bisa merasakan tekanan yang dirasakan jika opini kewanita tersebut semakin dibesar besarkan.

Itu karena Belajar merasakan pola pikir dan prilaku kediri sendiri, memang sulit beradaptasi terhadap bagi gangguan jiwa” namun jika hanya mengedepankan postingan facebook tanpa berbuat. jujur saja permasalahan ini tidak akan ada jalan keluarnya.(***Anto)