Upah Tak Kunjung Cair, Pekerja Kecam Kontraktor RS Boliyohuto

oleh -
Photo : Salah satu bagunan RS Boliyohuto yang sementara dikerjakan dan molor dari target waktu pekerjaan,(foto Thoger).

Gorontalo, Suaralidik.com – Problem pembayaran upah pekerja mega proyek Rumah Sakit (RS) Boliyohuto Kabupaten Gorontalo (Kabgor) Provinsi Gorontalo kembali terkuak, pekerja menuding perusahaan tak beritikat baik.

Gugun warga Desa Pucak Kecamatan Pulubala mengaku, sudah hampir dua bulan upahnya dan tiga temannya belum diberikan oleh pihak perusahan.

Gugun bersama tiga temannya merupakan pekerja atap salah satu bangunan RS Boliyohuto yang terletak dibagian paling belakang. Dari hasil pantauan Suaralidik.com belum lama ini, atap yang mereka kerjakan telah rampung.

“Upah kerja kami sudah hampir dua bulan belum diberikan oleh pihak perusahaan, padahal pekerjaan kami sudah selesai.”ujar Gugun dengan nada kesal.

Pihaknya mengakui baru menerima pembayaran sebanyak Rp 2.000.000 itu pun didapatkan dengan cara memaksa pihak perusahaan karena anaknya sakit.

“Sesuai perhitungan kami, dari volume pekerjaan seharusnya Rp 17.000.000 yang harus dibayarkan. Namun hingga saat ini baru dua juta yang diberikan, itu pun didapatkan dengan cara memaksa karena anak saya waktu itu sakit dan butuh biaya pengobatan.”ujar Gugun.

“Saya sudah sering mendatangi pelaksana proyek (Mandor) Mas Parjo, namun tidak ada hasil, alasannya terminnya belum keluar. Malahan mereka mengajak untuk kerja lagi tapi saya menolak, karena takut ketipu.”tambahnya.

Gugun berharap agar hasil jeri payahnya dan teman – temannya segera dipenuhi oleh pihak perusahaan.

“Saya harap hak kami secepatnya diselesaikanlah, lagian upah kami tak seberapa kok dengan nilai kontrak yang didapatkan oleh pihak perusahaan dari pekerjaan ini.”keluh Gugun.

Project Manajer PT Maju Karya Mapalus, Michael Lumi selaku pemenang tender mega proyek tersebut saat dihubungi awak media melalui telefon seluler hingga berulang kali untuk dimintai tanggapannya tak menjawab telefon.(***Rollink).