Uskup Agung Makassar Kunjungi Bulukumba

oleh
Uskup Agung Makassar Kunjungi Bulukumba. Senin (23/10/17).

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Uskup Agung Keuskupan Agung Makassar, John Liku’ Ada’ pr., bersama rombongan mengunjungi Kabupaten Bulukumba dalam rangka silaturrahmi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, tokoh agama, dan anggota Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB).

Uskup Agung Makassar Kunjungi Bulukumba. Senin (23/10/17).

Kedatangan pemimpin Gereja Katholik yang membawahi Provinsi Sulsel, Sulbar dan Sultra ini diterima langsung oleh Bupati AM Sukri Sappewali di ruang kerjanya, yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Andi Bau Amal, Kajari Bulukumba M Ihsan SH, dan Kepala Kementerian Agama Bulukumba, Ali Yafid. Setelah berbincang di ruang kerja Bupati, Uskup Agung Mgr. Dr. John Liku’ Ada’ pr.,bersama rombongan pun menuju ruang Pola untuk pelaksanaan silaturahmi tersebut, Senin (23/10/17).

Christ Thamrin, yang mewakili jamaah Gereja Katholik Bulukumba dalam laporannya menyampaikan tujuan dari kegiatan itu tidak lain untuk bersilaturahmi dalam rangka memperat hubungan antar umat beragama di Kabupaten Bulukumba

”Khusus di Kabupaten Bulukumba, umat Katholik terdapat 52 Kepala Keluarga atau 312 jiwa, yang selama ini kami ummat Khatolik hidup berdampingan dengan damai bersama saudara kami antar ummat beragama,” kata Christ pemilik Toko Mitra Elektronik ini.

Dikatakannya, kesemua itu berhasil terjalin suasana kerukunan karena tidak terlepas dari upaya Pemerintah Kabupaten Bulukumba bersama aparat keamanan. Kami ummat Katholik, lanjut Christ Thamrin sangat terharu karena Bupati AM Sukri Sappewali  antusias menerima kami dan Uskup Agung Makassar,” kata Crish.

Sementara itu Uskup Agung Makassar John Liku Ada, mengaku telah menjabat sebagai uskup Agung Makassar yang membawahi tiga provinsi selama 25 tahun. Menurutnya sejak ia dilantik pada tahun 1995, telah banyak momentum yang ia jalani dalam upaya menjaga kerukunan umat beragama, khususnya di Sulawesi Selatan.

“Dulu waktu tahun 2001 bersama bapak JK menginisiasi pertemuan Malino I untuk menyelesaikan konflik Poso, begitu pula tahun 2003 untuk Malino II dalam menyelesaikan konflik Ambon,” ungkap pria berumur 69 tahun.

Uskup John Liku Ada asal Tana Toraja ini juga mengungkap bahwa di awal dirinya memilih untuk berkhidmat atau menjadi pelayan Gereja Katholik, ia pernah tinggal di Bulukumba untuk melayani umat pada tahun 1976 sampai dengan 1981.

Selanjutnya, Bupati AM Sukri Sappewali dalam sambutannya mengatakan bahwa sejarah kehidupan beragama di Bulukumba dikenal dengan salah seorang ulama Sufi, Maulana Khatib Bungsu yang bergelar Dato Ri Tiro sebagai penyebar agama Islam pada abad ke 17. Selain itu, dalam catatan sejarah, Bulukumba memiliki rekam jejak sebagai daerah perebutan dua kerajaan besar di Sulsel, yaitu Kerajaan Bone dan Gowa, jauh sebelum Bulukumba menjadi daerah otonom.

”Latar belakang historis yang telah mewarnai kehidupan keagamaan di Bulukumba inilah yang selalu menjadi inspirasi dan semangat bagi daerah dan masyarakat untuk membangun daerah dalam perspektif yang tak bisa dilepaskan dari nilai budaya dan agama,” papar AM Sukri Sappewali.

Lebih lanjut AM Sukri Sappewali menambahkan, meski disadari, konteks kehidupan beragama tentu tidaklah membatasi hubungan dan rasa persaudaraan sesama manusia kepada siapa pun yang hidup dan menetap di bumi Panrita Lopi Bulukumba.

”Di Bulukumba sejak puluhan tahun telah berdiri gereja tempat beribadah ummat Kristiani, dan masyarakat Bulukumba menghargai toleransi dalam hidup antar ummat beragama. Mari kita jaga dan pelihara harmonisasi kerukunan antar ummat beragama,” ajak AM Sukri Sappewali.