Usut Perkara Korupsi Dana Bansos Bone Bolango, Akademika Unisan Gelar Diskusi

oleh
Focus Group Discussion (FGD) saat mengadakan diskusi di Universitas Ichsan Gorontalo, terkait persoalan penanganan kasus korupsi dana Bansos di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo

GORONTALO, suaralidik.com  – Penanganan kasus korupsi di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, ternyata menjadi perbincangan hangat dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Fakultas Hukum Unisan, di Aula Universitas Ichsan Gorontalo baru – baru ini.

Komitmen untuk Pemberantasan korupsi sekaligus mendukung lembaga Korps Adhyaksa dalam pemberantasan korupsi sangat diapresiasi dalam bentuk kajian Ilmiah melalui kegiatan Fokus Group Discussion yg dilaksanakan oleh Fakultas Hukum Unisan, dengan mengambil tema Menyoal Kepastian Hukum Nomor 3/Pid.Prapradilan/2018/PN.Gto tentang Perkara Dana Bansos yang turut menyeret nama Bupati Bone Bolango.

Dalam diskusi tersebut beberapa peserta nampak mengeluhkan beberapa penanganan kasus korupsi yang dinilai sangat lambat.

Fanly Katili Ketua Studi Club Pancasila dan Konstitusi (SPASI) Faklutas Hukum Unisan, mengaku alasan mengambil materi ini karena kasus dan putusan tersebut terus menjadi atensi publik baik di media masa, elektronik maupun sosial media. Sehingga tujuannya kegiatan ini adalah utk meluruskan opini publik sekaligus memberikan informasi kepada Mahasiswa hukum yang turut hadir dari beberapa Universitas di Gorontalo.

Albert Pede, Guru Besar Civitas Akademika Fakultas Hukum Unisan mengatakan bahwa dukungan terhadap lembaga-lembaga pemberantasan kasus korupsi harus terus dikumandangkan, baik penanganan ataupun laporan masyarakat bisa cepat ditindaklanjuti.

“Harus terus beri dukungan pada petugas pemberantasan korupsi, karena mereka adalah ujung tombak di daerah,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir juga aktivis Gorontalo Corruption Watch (GCW) Desward Zeoujira, LSM, Ahli Pidana, Pengacara dan seluruh Dosen Fakultas Hukum Unisan.