Vidio 6 Siswi SMP Di Gorontalo Asyik Ngelem Dengan Ending Ciuman Viral

oleh -

Foto : Para siswi sedang asyik ngelem dengan endinnya ciuman,(foto screenshot).

Gorontalo, Suaralidik.com – Ulah 6 siswi SMP Negri 1 Limboto kabupaten Gorontalo yang sedang asyik ngelem dan endingnya ciuman pada vidio yang viral disalah satu grub media sosial facebook menghebokan warga Gorontalo.

Vidio berdurasi 16 detik ini mempertontonkan ke 6 siswi tersebut sedang asyik menghirup lem eh-bon (fox), sambil disungguhi alunan musik Dj. Dan diending vidio tersebut, terlihat dua diantara ke enam siswi ini bericiuman mesra.

Informasi yang berhasil diterima wartawan Suaralidik.com, ke enam siswa ini berinisial DU, DP, VB, BE NW, dan VT yang saat ini duduk kelas VIII, VII.

Kepala Sekolah SMP Negri 1 Limboto Irawan Dj Podu ditemui awak media diruang kerjanya, Kamis 20/06/2019 mengaku menegetahui vidio tersebut melalui grub whatsap sekolah.

“Iya benar, Lima diantaranya kelas Vlll dan 1 kelas Vll. Kejadiannya diluar jam sekolah, sementara kejadiannya kemarin 19/06/2019, dirumah salah satu siswi”.terang Kepsek.

“Kami pihak sekolah telah melakukan upaya, diantanya mengundang orang tua dan melakukan koordinasi dengan Kepala dinas Dikbud, BNNK, PPA untuk bersama-sama menangani perseolan ini.”sambung Kepsek.

Irawan mengaku, jika keseharian para siswa ini di dalam sekolah terlihat baik dan tidak ada keanehan atau berkelakuan buruk. Sehingga dengan kejadian ini, pihaknya merasa kaget.

“Kami belum sampai berpikir untuk memberikan sanksi karena kasihan ini anak didik. Kami hanya berusaha bagaimana ini anak bisa lebih baik,”tegas Irawan.

Ditempat terpisah Sekretaris Dinas PPA kabupaten Gorontalo Sesca Uno mengaku mengetahui vidio melalui dimedia sosial. Dan setelah melakukan penelusuran, ternyata ada salah satu diantara ke 6 siswa tersebut sering bolos pada kegiatan konseling yang dilakukan oleh PPA Kabgor.

“Ada beberapa yang pernah mengikuti konseling. Salah satu korban yang ada dividio tersebut sering bolos pada konselong, dan yang sering bolos terulang kembali pada kasus ini,”tutur Sekdis.

Pihaknya juga mengauku telah melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, Dikbud, orang tua korban, dan BNNK serta Psikolog untuk melakukan pendampingan konseling kepada para orang tua dan korban.

“Korban seperti ini tidak bisa dimusuhi atau dipukuli, karena akan berakibat fatal terhadap mental korban, bisa depresi. Jadi harus diajak berteman dan dilindungi agar apa yang mereka alami bisa kita ketahui dan bisa kita obati,”tutup Sesca,(***Rollink).