Viral, Postingan Keluarga Pasien Sebut Dokter RSUD Bulukumba Mengoperasi Abal-Abal

oleh
RSUD Sultan Dg Radja, Bulukumba.

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Dg Radja Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan kembali jadi sorotan dan perbincangan warga. Sebelumnya RSUD Type B itu di demo puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bulukumba terkait pelayanan Dokter dan manajemen yang disebut pengunjuk rasa bobrok.

Seakan membandel dan tak mau peduli, kini Dokter di RSUD itu kembali jadi perhatian warga setelah salah seorang warganet bernama Eckhasilverquen memposting keluh kesahnya di akun sosial media Facebooknya soal kelakuan dokter RSUD.

Postingan yang di Unggah pada Jumat (17/11/17) tersebut cukup miris, lantaran menyoroti soal prosedur operasi kerabatnya yang di rawat di RSUD sebelum akhirnya meninggal dunia setelah menunggu lama operasi.

Tak sampai disitu, ia juga mengungkapkan kondisi dari kerabatnya pasca operasi yang dikatakan mendapat pelayanan asal-asalan. Sontak saja, postingan tersebut viral dan menjadi perbincangan

Berikut Postingannya:

Inlillahi Wainnaillahi rojiun
Saya tidak mengerti dengan Medis, Tapi Saya kasihan dgan Keluarga yg di Tinggalkan, Pada saat Korban mau di oprasi dia puasa dari jam 10 mlam smpai jam 10 pagi, tapi perawat bru mengantar ke ruang oprasi pda jam 12 siang tapi dokter baru mengoprasi jam 4 sore pas korban mau sekrat, saya tdak tau apakah dokternya terlmbat dtang atau bgaimna, dan Kluarganya bilang Di foto Ronsennya cma terlihat sdikit luka tapi pada saat di oprasi knpa terlalu panjang jahitannya, dan tdak rapi sperti orang yg lgi jhit krung, kmudian jahitan ususnya terlepas sehingga stiap korban makan atau mnum psti mkanannya kluar dan terlihat dibgian prut. Dan Foto korban pun di Ambil scara smbunyi2 krna dokter dan prawat melarang untuk mengambil foto korban.
#Mungkin sudah Ajal,” tulis Eckhasilverquen, Jumat (17/11/17) sekira pukul 11:10 pagi.

Ditelusuri lebih jauh, pemilik akun bernama Eka yang dihubungi wartawan itu merupakan koponakan korban yang diketahui bernama Hasran, Warga desa Dampang, Kecamatan Gantarang, Bulukumba.

Saat ditanya, Eka sedikit bercerita mengenai pamannya sebelum dilarikan ke rumah sakit. Hasran, pamannya itu mengalami kecelakaan yang menurutnya tidak parah. Dan awal masuk RSUD ia mengaku pamannya itu sudah tidak dilayani dengan baik. Ia juga mengungkapkan pamannya di operasi dua kali.

“Om saya nabrak mobil berhenti, kemudian masuk rumah sakit dan tal dilayani dengan baik. Dan operasi pertama kayaknya abal-abal sehingga jahitannya tidak bertahan lama lalu putus, jadi keluarga saya selalu tanya perawat kenapa seperti itu, tapi kurang direspon cuma disuruh nunggu dokter,” kata Eka melalui Pesan Massenger.

Labih lanjut Eka menceritakan kejadian saat operasi kedua, ” Paman saya kelamaan menunggu waktu itu, jadi tekanan darah menurun karena pelayanan juga kurang. Jadi operasi kedua gagal,” tandas Eka.

Selain itu, Eka mengungkapkan, pamannya Hasran (Alm) mengehbuskan nafas terakhir pada, Selasa (14/11/17) lalu.