banner 728x250

Viral Sebuah Buku Yang Ditulis Oleh Mempelai Laki-Laki, Kemudian Dijadikan Mahar di Acara Pernikahan : Berikut Kisahnya

  • Bagikan
Mempelai Laki-Laki Muh. Arham Mansur, dan Wanita Faeka Angryani, Yang Sempat Viral, Dikarenakan Beredar Video Unik Buku Sebagai Mahar Pernikahan, Sabtu (27/11/2021).

Gowa, SuaraLidik.com – Pengguna sosial media baru-baru ini diramaikan dengan adanya sebuah video viral yang menunjukkan pernikahan unik yang menjadikan sebuah buku sebagai maharnya.

Pasangan pengantin Muh. Arham Mansur (27) dan Faeka Angryani (26) mengikat janji dengan Mahar sebuah Buku yang ditulis sendiri oleh mempelai laki-laki tersebut, Sabtu pagi, (27/11/2021).

banner 728x250

Sekedar diketahui, mempelai laki-laki beralamat di BTN Pelita Asri Kab. Gowa. Sedangkan mempelai wanita beralamat di Jalan Bontotangnga, Pao-Pao, Kab. Gowa.

Pernikahan hakikatnya merupakan sebuah ritual sakral, dimana kedua mempelai di persatukan untuk mengikat janji sehidup semati. Namun, tidak sedikit orang yang menganggap bahwa pernikahan adalah ajang pamer kekayaan.

Nilai seorang wanita hanya diukur dengan seberapa banyak jumlah nominal uang panaik yang mampu diberikan seorang pria.

Namun tidak bagi Muh. Arham Mansur, dia memandang pernikahan bukan sekedar emas dan nominal rupiah, tetapi lebih dari itu.

“Menikah itu tentang tanggung jawab dan perjuangan lelaki terhadap wanitanya,” ungkap Muh. Arham Mansur.

Pasangan pengantin Muh. Arham Mansur (27) dan Faeka Angryani (26), selain menyiapkan mahar emas dan uang panaik, sang mempelai pria secara khusus menyiapkan buku yang ia tulis sendiri sebagai mahar. Buku yang berjudul wanitaku bercerita tantang kisah mereka selama 11 tahun menjalin kasih. Kisah yang Arham tulis didalam buku wanitaku merupakan perwujudan emas bagi mereka selain mahar dan panaik yang diucapkan didalam akad nikah.

Lokasi akad nikah sendiri dilaksanakan di kediaman mempelai wanita, Jalan Bontotangnga, Pao-Pao, Kab. Gowa, Sabtu 27 November 2021.

Gali lubang tutup lubang, menabung bersama untuk biaya pernikahan mereka, orang bilang carilah wanita yang menemanimu dari nol, akan tetapi apa yang dilakukan Faeka Angryani bukan dari nol lagi, melainkan mulai dari mines.

“Wanita yang menolak tawaran orang tuanya untuk melanjutkan pendidikan S2 nya. Wanita yang menolak lamaran dari seseorang. Wanita yang tidak kenal gengsi untuk berjualan apapun yang penting menguntungkan dan yang pasti halal. Wanita yang memilih satu laki-laki sejak tahun 2010 sampai sekarang. Wanita yang rela tidak belanja akan kebutuhannya demi memenuhi kebutuhan kekasihnya,” jelas Muh. Arham.

Selain sebagai mahar, erang-erang, hadiah ataupun seserahan. Wanitaku ditulis Arham sebagai bentuk terimah kasih atas kebaikan, kesabaran dan kehebatan wanitanya Faeka Angryani sejak 11 maret 2010.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *