banner 728x250

banner 728x250

Wabup Bulukumba Pantau Langsung Pembelajaran Tatap Muka SDN 2 Terang-terang

  • Bagikan
Pembelajaran Tatap Muka SDN 2 Terang-terang Bulukumba - Wabup
Wabup Bulukumba Andi Edy Manaf saat memantau proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di salah satu sekolah di kota Bulukumba, Senin (26/07)

Bulukumba, suaralidik.com – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk sekolah-sekolah di Kabupaten Bulukumba, mulai dilaksanakan Senin (26/07) hari ini baik tingkat SD, SMP, maupun tingkat SMA.

Namun, menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bulukumba, Akhmad Januaris, tidak semua sekolah bisa melaksanakan PTM.

banner 728x250

Hanya sekolah-sekolah yang letaknya berada pada zona kuning dan hijau penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang boleh melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka .

Selain itu, dalam satu ruangan hanya boleh diisi 30 persen dari total jumlah siswa.

“Alhamdulillah kita sudah melaksanakan PTM hari ini dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Ini untuk sekolah yang berada di zona hijau dan kuning saja,” ungkap Akhmad Januaris.

Sementara untuk sekolah yang berada dalam zona merah dan zona orange masih belum diperbolehkan untuk PTM.

Seperti dua Sekolah Menengah Pertama (SMP) di dalam kota Bulukumba, di Kecamatan Ujung Bulu, yaitu SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Bulukumba.

Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf, memantau langsung pelaksanaan PTM perdana tersebut.

Edy Manaf mengunjungi beberapa sekolah, seperti SDN 2 Terang-Terang, SMP Negeri 10, dan juga SMAN 1 Bulukumba.

Edy berharap agar pihak sekolah bisa menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dalam proses PTM ini.

“Iya, kita sudah lakukan PTM. Ini juga berdasarkan edaran bupati. Dan ini hanya berlaku untuk daerah yang masuk zona hijau dan kuning,” kata Edy Manaf.

Edy Manaf juga meminta seluruh pelajar untuk langsung kembali ke rumah masing-masing setelah pembelajaran di sekolah selesai.

Dalam kunjungannya di sekolah, Edy Manaf mengecek kesiapan sekolah untuk pelaksanaan PTM, seperti wadah cuci tangan.

Edy mengecek apakah wadah cuci tangan tersebut berfungsi dengan baik atau tidak.

“Varian delta ini sangat berbahaya. Makanya kita harus sama-sama waspada. Dan mari kita sama-sama berdoa semoga pandemi ini segera berlalu,” imbuhnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *