Waduh !! Oknum TU SMAN 1 Batujajar Diduga Ancam Jurnalis KBB

oleh
Stop Kekerasan Terhadap Jurnalis

BATUJAJAR,SUARALIDIK.com –  Seorang oknum tata usaha SMAN 1 Batujajar diduga telah melakukan penghinaan terhadap seorang jurnalis senior sebuah media cetak. Menurut keterangan, Iwan pegawai tata usaha tersebut melontarkan makian dan ancaman tanpa sebab yang jelas. Diperparah lagi, kejadian yang kurang pantas itu terjadi dilingkungan sekolah dan dihadapan pihak keamanan. Tapi miris, keamanan sekolah bukan melerai malah membenarkan perilaku rekannya pegawai tata usaha tersebut.

Stop Kekerasan Terhadap Jurnalis

Penghinaan disertai ancaman itu terjadi pada Endang Sopian, seorang jurnalis media cetak senior yang menjabat sebagai Humas Kelompok Kerja Jurnalis Bandung Barat (Pokja KBB). Endang pun sangat menyayangkan perilaku premanisme diinstansi pendidikan yang seharusnya mendidik manusia agar menjadi lebih beradab.

Namun perilaku premanisme di institusi pendidikan tersebut telah dilaporkan Endang ke Polsek Batujajar dan segera direspon oleh pihak kepolisian. Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Batujajar, Kompol Ruswana, menyambut baik pelaporan jurnalis senior media cetak tersebut dan berjanji akan menuntaskan kasus penghinaan itu.
Menurut keterangan Endang, kejadian itu terjadi sangat cepat dan diluar dugaan. Padahal, ia telah menempuh aturan yang berlaku dilingkungan sekolah itu.

Dan ia pun menjelaskan perihal kedatangannya ke SMAN 1 Batujajar pada pihak keamanan sekolah. Namun tiba-tiba seseorang yang mengenakan pakaian PNS yang bertato dilengannya menyerang dengan kata-kata kotor dan mengancam akan membunuh jika ia tidak segera pergi.

Saya sangat menyayangkan kejadian kemarin. Padahal saya telah berlaku sopan dengan menempuh tata cara disana dan menunjukan kartu identitas sebagai jurnalis resmi dari Bandung Barat,” imbuh Endang.

Endang mengutarakan, oknum tata usaha itu tidak mungkin menyerang jika ia tidak mengenakan atribut dan perlengkapan jurnalis. Jadi menurut dia, yang diserang bukanlah pribadi, namun profesinya. “Jika yang dihina adalah pribadi mungkin bisa dimaafkan. Tapi jika sudah menyangkut profesi jurnalis yang saya jalani selama bertahun-tahun, mungkin saya akan menempuh jalur hukum,” tandasnya.

Ditemui diruangannya, Kapolsek Batujajar, Kompol Ruswana mengatakan, pasal perbuatan tidak menyenangkan dan penghinaan sudah termasuk tindakan pidana. Dan jika terbukti benar melakukan tindak pidana ringan seperti ancaman, calon tersangka bisa terkena pidana kurungan selama 9 bulan. “Namun kita harus melakukan pendalaman perkara dulu. Dan jika sudah cukup bukti dan saksi, kita tinggal mengambil jalan: baik hukum maupun musyawarah,” tuturnya.

Ditambahkan, sebelum pihaknya mengambil langkah hukum, ia selaku aparat harus mengedapankan tindakan persuasif. “Kita kan orang timur yang mengedapankan musyawarah. Mungkin saya akan panggil dulu calon tersangkanya untuk musyawarah beserta pelapor. Dan kami akan menjadi penengah yang seadil-adilnya,” ujar Kapolsek.
Hal senada pun diutarakan Aiptu Hermanto, Kanit II Reskrim Polsek Batujajar.

Ia mengatakan jika sudah cukup bukti dan saksi, pihaknya akan memanggil calon tersangka untuk dimintai keterangan. Ia pun mengapresiasi langkah Endang yang mengedapankan aturan hukum sebagai warga negara yang baik dengan melaporkan kejadian pada kepolisian setempat.

Sebagai warga negara yang baik, melaporkan kejadian seperti ini merupakan sebuah hak. Saya sangat mengapresiasi pelaporan setiap warga masyarakat, terlebih dari seorang jurnalis yang merupakan mitra polisi,” Jelas Hermanto. ( MAULANA/RED2)