Wakapolsek Malalayang Diduga Aniaya Anggota, Begini Sikap Kapolda Sulut

oleh
Photo : Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito

MANADO, Suaralidik.Com —Tindakan tak terpuji dilakukan oknum Wakapolsek Malalayang RS, wilayah Polresta Manado. Oknum ini diduga menganiaya salah satu anggotanya, yakni Bripka Didit Uno, Sabtu (21/7/2018).

Perbuatan RS pun terungkap di media sosial Facebook. Di mana, istri korban membeberkan kejadian yang dialami suaminya saat kembali di rumah usai melaksanakan tugas.

Korban yang merupakan penyidik di unit Reskrim Polsek Malalayang, dianiaya oleh pimpinannya tersebut. Akibatnya, korban mengalami luka memar di mata dan pendarahan di bagian wajah serta terasa sakit di bagian dada.

Berdasarkan informasi dirangkum, sekira pukul 23.00 Wita, korban kembali ke Mapolsek Malalayang usai melakukan penyidikan kasus curanmor di Kecamatan Tombatu. Setibanya, wakapolsek terlihat sedang duduk bersama salah satu anggota dan warga, serta di atas meja terdapat botol minuman keras.

Sebagai bawahan, korban pun memberi hormat kepada atasannya tersebut. Namun, pelaku hanya terkesan cuek. Selang beberapa waktu kemudian, ketika ingin pulang ke rumah, korban pun meminta izin kepada wakapolsek. Tapi tak dihiraukan dan hanya bergerak masuk ke salah satu ruangan.

Karena takut jangan sampai disalahkan, korban pun mengikuti atasannya tersebut ke dalam ruangan dan kembali meminta izin. Anehnya, permintaan korban masih tak diindahkan wakapolsek. Malahan, ketika korban keluar ruangan, dia diikuti atasannya tersebut kemudian ditampar di bagian wajah sebelah kanan.

Alhasil, korban pun terjatuh di tanah. Saat berusaha berdiri, korban malah ditendang di bagian dada dan kembali terjatuh, sambil diikuti tendangan ke arah wajah. Wajah korban pun berdarah dan mengalami memar serta sempat tak sadarkan diri.

Laporan kejadian itu sampai di Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito. Ketika dikonfirmasi, Kapolda mengatakan Oknum RS sudah ditarik.
“Saya sudah tindak. Udah ditarik dia (wakapolsek) itu. Hal seperti itu tidak boleh, berarti komunikasi di Polsek itu tidak benar itu. Itu sangat berbahaya,” kata Waskito singkat.(***wan)