Wakil Bupati Bone H Ambo Dalle Klarifikasi kepada LSM dan Wartawan

oleh
LIDIK BONE : H Ambo Dalle Wakil Bupati Bone Sudah melakukan Klarifikasi pernyataan kontroversialnya yang menyebut para penggiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan wartawan sebagai biang kerok siswa di SMU Negeri 4 Watampone belajar di lantai Selama 1 tahun.
wakil bupati bone
Wakil bupati Kab Bone / Doc Lidik Sulsel

Dihadapan puluhan wartawan, orang nomor dua Bone ini menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya tersebut. Menurutnya dirinya sama sekali tidak bermaksud untuk menuduh apalagi menyinggung penggiat LSM dan wartawan.

Saya minta maaf, saya hanya manusia biasa, tidak ada niat saya untuk menuduh LSM dan Wartawan yang melatarbelakangi siswa SMU 4 yang belajar di lantai” kata Ambo Dalle saat menggelar jumpa pers dengan wartawan di ruang kerjanya, Selasa sore, 15 Maret 2016.

Bahkan, lanjut Ambo Dalle, dirinya selaku wakil Bupati sangat mendukung kerja-kerja para penggiat LSM dan Wartawan selaku kontrol sosial bagi pemerintah, dimana dengan tujuan membuat Bone semakin lebih baik lagi.

“Apa yang perlu dibanggakan sebagai seorang wakil bupati, saya juga sama dengan teman-teman pers, yakni memulai dari nol. Adapun saya duduk disini tak terlepas dari peran teman-teman LSM dan Media, ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pernyataan Ambo Dalle, yang diungkapkan didepan Umum di Pallette pada Senin 14 Maret 2016 kemarin, mengundang reaksi keras dari Ketua Aliansi LSM Se-Kabupaten Bone, Alfian T Anugrah, dimana Ia meminta agar Ambo Dalle segera mengklarifikasi peryataan yang dianggap bisa berdampak buruk terhadap kerja LSM maupun wartawan di Bone.

“Lsm tidak punya hak intervensi, apalagi ini masalah pendidikan. Kalau pun sumbangan yang di wajibkan dari orang tua wali siswa, kenapa harus takut pada kritikan LSM maupun berita yang dimuat di media,” ungkap Alfian kepada Bonepos.com, Senin malam 14 Maret 2016.

Lebih lanjut Mantan Anggota DPRD Bone ini mengungkapkan, bahwa seharusnya para pejabat di Bone, tidak melempar kesalahan-kesalahan apalagi harus membully LSM dan pekerja Media. Karena LSM dan Media merupakan sosial kontrol bagi pemerintah.