Wakil Ketua Komisi IX DPR-RI Kunker ke Bulukumba, Integrasikan Kampung KB

oleh
Wakil Ketua Komisi IX DPR-RI, Syamsul Bahri kunker ke Bulukumba. Minggu (5/11/17).

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Syamsul Bahri menggelar kunjungan kerja ke Kabupaten Bulukumba. Minggu (5/11/17). Kunjungan tersebut dalam rangka Integrasi Kampung KB bersama Mitra Kerja 2017. Bertempat di Lingkungan Gusunge, Kelurahan Jalanjang, Kecamatan Gantarang, Bulukumba.

Wakil Ketua Komisi IX DPR-RI, Syamsul Bahri kunker ke Bulukumba. Minggu (5/11/17).

Turut hadir Dr. Widiono, Direktur Bina Keluarga Sejahtera Jalur Swasta pada BKKBN Pusat, Amirullah Hamsah, Perwakilan BKKBN Prov. Sulsel, A. Hamzah Pangki (Ketua DPRD Bulukumba, Andi Nurdiana Nur Asisten I Pemkab. Bukukumba, Abdul Halik Kadis Pengendalian Penduduk dan KB Bulukumba.

Dalam sambutannya Legislator DPR-RI Fraksi Golkar tersebut mengatakan Kunjungan Komisi IX sudah mengunjungi 9 Kabupaten di wilayah Sulsel untuk menjaring aspirasi dari masyarakat Sulsel. Komisi IX DPR RI mendukung program KB yang dijalankan oleh BKKBN, dengan menaikkan anggaran setiap tahunnya, saat ini Pemerintah telah memberikan anggaran sebesar Rp. 3 T, dan akan terus naik nantinya.

“Pembangunan KB dan Kependudukan sangat penting di Indonesia yaitu untuk mengimbangi pertumbuhan penduduk dengan kemampuan negara dalam menyediakan kebutuhan penduduk terutama makanan dan minuman, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perumahan dan lapangan kerja. Apabila pertumbuhan penduduk tidak terkontrol maka akan berdampak terjadinya kemiskinan dan permasalahan sosial lainnya,” Ujar Syamsul Bahri.

Lanjutnya, untuk mengontrol pertumbuhan Penduduk, maka Pemerintah membuat program Kampung KB agar masyarakat ikut berpartisipasi didalamnya dengan mendukung program KB dan pembangunan tersebut.

Sementara, Dr. Widiono, Direktur Bina Keluarga Sejahtera Jalur Swasta pada BKKBN Pusat, mengatakan KB hormon kalau penggunaannya terus menerus kurang baik sehingga setelah tiga tahun disarankan berganti dengan spiral atau KB non hormonal. “Kami meminta kepada Dinas terkait untuk memberikan motivasi kepada Masyarakat terkait KB pria karena selama ini KB kebanyakan dilakukan oleh perempuan saja,” katanya.

Asisten I/Pemerintahan dan Kesra, Andi Nurdiana Nur mengatakan keberhasilan pembangunan ditentukan oleh kualitas Sumber Daya Penduduk dimana penduduk sangat berperan penting selain SDA.

“Saat ini di Bulukumba terdapat 11 Kampung KB yang tersebar di 10 Kecamatan wilayah Bulukumba, diharapkan dengan adanya Kampung KB tersebut dapat menggaungkan kembali program KB sampai pelosok desa sehingga program pengendalian penduduk khususnya di Bulukumba dapat tercapai,” tandasnya.