Walikota GSVL Tetapkan Manado Tanggap Darurat Bencana Selama Seminggu

oleh

suaralidik.com, Manado–Luas lokasi bencana di Kota Manado mencakup 30 Kelurahan yang menjadi titik banjir dan tanah longsor. Melihat situasi ini, Walikota DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA (GSVL) segera menetapkan Manado Tanggap Darurat Bencana selama satu minggu. Surat Keputusan (SK) penetapan tanggap darurat tersebut telah ditandatangani Walikota GSVL dan berlaku 17-24 Desember 2017.

“Saya telah mengeluarkan SK untuk menetapkan kondisi tanggap darurat bencana di Manado selama satu minggu. Mulai berlaku hari ini sampai satu minggu kedepan,” ungkap GSVL kepada sejumlah wartawan, Minggu (17/12) kemarin.

Menurutnya, selama masa tanggap darurat bencana, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado akan melakukan upaya-upaya penanggulangan bencana di lokasi yang mengalami banjir dan longsor.

Walikota GSVL saat berada di lokasi pengungsian bersama sejumlah warga.

“Kita akan melakukan berbagai upaya penanggulangan termasuk rehabilitasi pasca terjadinya bencana,” tambahnya.

Ia juga menegaskan, selama masa tanggap darurat, semua instansi terkait akan berada di lokasi untuk menyalurkan bantuan ataupun melayani masyarakat yang terkena dampak bencana alam ini.

Seperti diketahui, hujan deras yang melanda Kota Manado pada Sabtu (16/12) mengakibatkan beberapa wilayah Kota Manado mengalami banjir dan tanah longsor. Bahkan, dua bocah menjadi korban hanyut di sungai. Salah satu korban bernama Marchella Dumansulangi (5), ditemukan tak bernyawa oleh tim SAR Kota Manado.

Merespon upaya dari Pemkot Manado, melalui gerakan tanggap bencana oleh Walikota GSVL, Legislator asal Dapil 1 Malalayang Sario, juga Ketua DPC Hanura Kota Manado Robert Laoh Tambuwun bersama-sama angkat suara.

“Saat ini mari kita tunjukan soliditas sebagai sesama warga masyarakat. Ayo kita bahu membahu agar supaya Kota Manado tercinta ini cepat pulih.” himbau Tambuwun. (DeonYW)