Warga Antusias Hadiri Kegiatan “Semalam di Desa”

oleh
Antusias Warga Hadiri Kegiatan "Semalam di Desa"

Bulukumba, Suara Lidik – Sejumlah warga dari beberapa wilayah di Kabupaten Bulukumba terlihat antusias hadiri kegiatan “Semalam Di Desa”. Kegiatan Semalam Di Desa edisi kedua dipusatkan di Desa Bontoharu, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Kamis (02/03/2017).

Kegiatan semalam di desa menyajikan berbagai hiburan seperti tarian, puisi, dan dance yang dipersembahkan oleh pelajar SD dan SMP se wilayah Desa Bontoharu, Desa Karama dan Desa Swatani, serta pemutaran film Uang Panaik. Bupati AM Sukri Sappewali yang juga turut hadir pada kegiatan tersebut tidak tanggung-tanggung menginap di tenda lapangan yang telah dipasang oleh Dinas Sosial, sedangkan aparat yang tidak memiliki tenda, menginap di rumah-rumah warga sekitar lapangan.

Esok paginya sampai siang hari, masyarakat kembali membludak untuk mendapatkan berbagai layanan dari OPD. Nampak pelayanan yang dikerumuni warga adalah pelayanan kependudukan, sejumlah warga memanfaatkan pelayanan tersebut untuk mengurus berbagai dokumen kependudukan seperti akta kelahiran, kartu keluarga, dan perekaman KTP.

Layanan lainnya yang banyak diserbu warga adalah layanan kesehatan, termasuk untuk ibu-ibu hamil, layanan KB, perpustakaan keliling serta layanan perizinan. Selain OPD, pelayanan juga dihadirkan oleh BPJS Bulukumba yang melayani konsultasi, pendaftaran, dan perbaikan data. Ada juga Bank Sulselbar yang memberikan layanan pembukaan rekening, dimana khusus aparat desa pembukaan rekening dilakukan secara gratis.

Kegiatan “Semalam di Desa” berbagai penyerahan bantuan juga diberikan, seperti bibit sayuran, buah buahan dan benih ikan. Selain itu ada juga bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan bantuan warga miskin dari program keluarga harapan (PKH) dari Dinas Sosial.

Seperti kegiatan sebelumnya, AM Sukri Sappewali memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog dengan warga atas segala permasalahan yang dihadapi. Selanjutnya Bupati memberikan penjelasan dan klarifikasi dibantu oleh para kepala OPD. Semua pertanyaan dari warga langsung diberikan solusinya.

Pada kesempatan tersebut, AM Sukri Sappewali menjelaskan bahwa tahun 2017 ini anggaran desa rata-rata sudah mencapai 1,5 milyar atau 10 persen dari APBD. Tahun ini, gaji kepala desa juga sudah dinaikkan dari 2 juta menjadi 3 juta, begitu pula gaji aparat desa dan kepala dusun sudah dinaikkan dari 900 ribu menjadi 1,5 juta rupiah.
“Jadi dengan kenaikan gaji kepala desa, aparat desa dan kepala dusun, kinerja mereka juga harus meningkat. Kepala dusun harus mengetahui betul siapa warganya, berapa yang miskin, atau berapa yang janda. Jangan orang luar lebih tahu dibanding pak dusun” Tegas AM. Sukri Sappewali.