Warga Balla Tujua Bulo-Bulo Pertanyakan Proyek Jembatan Yang Asal Jadi dan Terbengkalai

oleh
Jembatan diBalla Tuua Dusun Buhung Pute Desa Bulo-Bulo yang terbengakalai dan di duga sarat penyimpangan- ANDI AWAL/SUARALIDIK.com

SUARALIDIK.com, BULUKUMBA – Tak hanya memblokir jalan di Balla Tujua Dusun Buhung Pute Desa Bulo-Bulo Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba, warga yang di koordinir oleh Ketua LSM LPPRNI Bulukumba, Awaluddin juga mempertanyakan bentuk serta kondisi jembatan yang telah dibuat oleh Kepala Desa Bulo-Bulo, namun jembatan tersebut terbengakalai dan dibiarkan hancur oleh kondisi cuaca.

Jembatan yang sekiranya merupakan penghubung antara Jalan Balla Tujua Dusun Buhung Pute dengan Dusun Jammulolo Desa Bulo-Bulo terlihat aneh dan tidak sesuai dengan kondisi jalan yang akan dilalui. Letak jembatan yang beasa di tengah-tengah tersebut terkesan menutup jalan yang akan di lalaui warga.

Pembuatan jembatan yang dibangun oleh desa dua tahun lalu adalah sebuah pemborosan anggaran dan salah tekhnis, dimana hanya binatang yang bisa lewat disana, sementara warga yang menggunakan kendaraan terlebih mobil sudah barang tentu tidak dapat melewati jembatan tersebut, apalagi ini sudah dibiarkan terbengkalai, mana tanggung jawab Kepala desa ?? ” Ujar Awaluddin kepada Redaksi SuaraLidik.com, Jumat (23/9) pagi di lokasi pembangunan jembatan tersebut.

Awaluddin (pakai topi) bersama warga saat dilokasi Jembatan yang dibangunPemdes Bulo-Bulo namun terbengakalai dan terkesan asal-asalan dan di duga sarat dengan Penyimpangan -ANDI AWAL/SUARALIDIK.com
Awaluddin (pakai topi) bersama warga saat dilokasi Jembatan yang dibangunPemdes Bulo-Bulo namun terbengakalai dan terkesan asal-asalan dan di duga sarat dengan Penyimpangan -ANDI AWAL/SUARALIDIK.com

Pembangunan jembatan menurut Awaluddin asal jadi dengan adanya dugaan sarat Korupsi dan tidak pernah memberitahukan warga terlebih dahulu akan dibuatnya jembatan tersebut.

Ini akan kami Laporkan dan kami minta agar Angota DPRD Bulukumba-Rilau Ale Dapil Bulukumpa yang berjumlah 9 orang agar bersuara, agar turun ke desa Bulo-Bulo, tepatnya di Balla Tujua. kami siap mengantar dan memperlihatkan tempat yang dimaksud ” tegas Awaluddin.

Lokasi Jembatan tersebut memang tersembunyi dan memungkinkan untuk lepas dari pengawasan dan temuan Instansi terkait, namun Awaluddin bersama warga melihat ada keganjilan dan telah lama jembatan tersebut tidak perah lagi di lirik oleh Pemerintah Desa.

Di samping jembatan itu ada dua sumur tua peninggalan Belanda, atas di buatnya jembatan yang salah tekhnis ini, sumur tersebut pun rusak karena jika banjir atau turun hujan, dimana jembatan ditutup mengakibatkan air sungai menyebar dan masuk kedalam sumur, sementara warga menggunakan sumur untuk minum dan mandi ” ujar Awaluddin kembali.

Menurut warga , Kepala Desa bukannya membuat jembatan itu bagus namun hanya menutup jalan sehingga kebun warga juga sudah banyak yang rusak akibat hewan yang lewat di dalam kebun. Dan seorang warga yang mengaku bernama Muh.Saleh (50) juga merasa di rugikan atas pembangunan yang salah tekhis tersebut.

Saya ini sudah dirugikan pak, tumpukan pasir yang kami beli untuk membangun rumah, habis dengan sendirinya di bawa air jika turun hujan, karena kondisi jakan yang bukannya membuat kita merasa nyaman malah membuat kami ini rugi, setiap turun hujan mesti keluar uang lagi untuk membeli pasir, kenapa orang buat saluran air itu tidak ada saluran pembuanganya jadi kalau hujan turun air tersumbat, tapi kami hanya orang kecil pak, yang di ingat setiap 5 tahun sekali ” ujar Saleh di dampingi Awaluddin dan beberapa warga lainnya.

REDAKSI ; andi awal-suaralidik.com


Abdul Nazaruddin

Rujadi

H.Askar

Harris Pratama