Warga Binaan Lapas Banyuasin Ikut Pelatihan Bidang Kreatif

oleh -6 views
Kasub pembinaan Lapas Kelas II A Banyuasin, Dedi krishastoni

Banyuasin, suaralidik.com – kepala lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kabupaten Banyuasin, Reza Yudhistira Kurniawan melalui Kasub Pembinaan Dedi Krishastoni Amd.IP., SH menyambut baik kedatangan sejumlah awak media online dan cetak di ruang kerjanya, Rabu (27/11/2019) kemarin.

Dalam kesempatan itu, Kasub pembinaan Dedi krishastoni mengajak rekan-rekan awak media untuk melihat langsung kegiatan warga binaanya didalam lapas.

Alhasil diluar perkiraan, biasanya terdengar menyeramkan berubah menjadi suasana seperti di dalam pabrik saja (banyak kegiatan yang dilakukan para warga binaan).

Warga binaan didalam lapas tersebut diberikan keterampilan, berupa pelatihan dalam bidang kreatif dengan memanfaatkan bahan limbah kayu diubah menjadi produk yang bernilai ekonomi.

Adapun pelatihan yang diberikan seperti ukiran kayu, menjahit, meloundry, potong rambut, memproduksi jenis gelas MUG, produksi sandal jepit, dan cetak photo melalui komputer.

Kepala Lapas kelas II A Banyuasin, Reza Yudhistira Kurniawan melalui Kepala Seksi Pembinaan Dedi Krihastoni Amd.IP, S.H mengatakan, saat ini ada 6 bimbingan kerja diberikan kepada warga binaan.

“Ada 6 Bimbingan kerja yang kita berikan, bertujuan untuk memberikan hal yang positif terhadap napi,” ujarnya kasub pembinaan yang murah tersenyum tersebut.

Lebih lanjut ia mengatakan, berharap dengan adanya bimbingan kerja ini mereka mampu berkeahlian agar dapat skil.

“Kita juga berharap nanti tidak lagi terlibat dalam pelanggaran hukum dan mempunyai keahlian, jadi nanti setelah bebas dapat membuka usaha sendiri dari keahlian mereka masing,-masing,” jelasnya.

Sambungnya dia, kita juga memberikan pembinaan kerohanian bagi warga binaan yang bekerjasama dengan 4 (empat) pesantren, bebernya.

“Kita arahkan untuk sholat 5 waktu lalu diajarkan kitap kuning dan ilmu fiqih,” kata dia.

Sementara itu, Heri (38) warga binaan Lapas kelas II A Banyuasin asal kelurahan Tanah Mas, kecamatan Talang Kelapa, yang membuat produksi gelas MUG mengatakan kerajinan kita biasanya dijual dengan harga Rp 35.000 lalu bagi hasil. “Hasil karya kami nanti dijual dan kita mendapatkan uang dari penjualan ini,” ucapnya.

Heri juga mengatakan, dengan adanya bimbingan ini kita ada kegiatan dan merasa tenang menjalani hukuman.

“Saya secara pribadi terima kasih dengan adanya bimbingan ini, kami para warga binaan merasa bersyukur. Selain itu juga, kita mendapatkan hal yang positif karna ini sangat bermanfaat sekali bagi kami jika sudah bebas,” tutupnya.(***adi)