Warga Jeneponto Geger, Makam Gadis yang Baru 3 Hari Terbongkar

oleh

SUARALIDIK.COM, Jeneponto — Warga kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Minggu 2 Juli 2017 tiba-tiba geger dengan terbongkarnya Makam gadis yang baru dikebumikan tiga hari yang lalu.

Makam yang terletak di Dusun Kampung Beru, Desa Bontosunggu, Kecematan Tamalatea ini diketahui merupakan makam gadis bernama Silvia Binti Musakkir. Meninggal pada hari kamis (29/07) lalu akibat kecelakaan di kampung Rita, Desa Bontosunggu, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto.

Makam Gadis yang baru dikebumikan 3 hari terbongkar. Jeneponto, (2/7/17).

Warga setempat menduga peristiwa tersebut berkaitan dengan praktik ilmu hitam karena saat di temukan, kain Kafan Almarhuma sudah dalam keadaaan terbuka lebar.

“Saya pergi buang air kecil pak, kemudian saya membuka jendela rumah bagian belakang, saat ku buka jendela, saya melihat makamnSilvia sudah terbongkar,” ujar Lenteng salah seorang warga sekitar lokasi.

Melihat kondisi itu, sontak membuat Lenteng langsung berteriak sambil berlari menuju ke makam tersebut hingga akhirnya warga lainnya memadati TKP.

Sementara, Kapolres Jeneponto AKBP Hery Susanto melalui Kabid Humas, AKP Wahyu Mengatakan setelah di lakukan pemeriksaan mayat tersebut dalam keadaan lengkap.

“berdasarkan kesepakatan keluarga almarhuma dengan pemerintah kepala desa bontosunggu dan pihak kepolisian sehingga dilakukan pemeriksaan, dan setelah dilakukan pemeriksaan mayat tersebut dalam keadaan lengkap” tuturnya.

Hingga saat ini motif dan pelaku pembongkaran makam tersebut belum diketahui, namun pihak kepolisian berjanji akan terus melakukan penyelidikan untuk menguak kasus tersebut.

Selain itu, Kapolsek bersama Bhabinkhantibmas, Babinsa, dan Kades Bontosunggu menghimbau kepada pihak keluarga korban, agar tidak mengeluarkan pendapat atau pemikiran yang dapat menimbulkan fitnah atau tudingan yang tidak mendasar.

“Tetap tenang dan sabar guna menghindari konflik sesama atau hal-hal yan tidak diinginkan, pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan terhadap motif serta pelaku” Tundasnya. [ICN|ADS]