Warga Liukang Tangaya Pangkep Cemaskan Gempa Yang Terjadi Di Lombok NTB

oleh
Kapolres Pangkep AKBP Tulus Sinaga Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa Warga Pangkep Yang Berbatasan Dengan NTB

Pangkep, Suaralidik.com – Kecemasan terhadap keluarga warga Pulau Sapuka Kecamatan Liukan Tangaya Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulawesi Selatan yang saat ini berada didaratan Kota Pangkep dan Makassar dengan berita gempa yang terjadi di Lombok Utara NTB pada pukul 18.46 WIB dengan kekuatan 7 SR pada kedalaman 15 km. Minggu (5/8/2018), dimana mereka kehilangan kontak komunikasi paska gempa NTB tersebut, rasa was was mereka kini terobati setelah Kapolres Pangkep memastikan warga Liukang Tangaya aman.

Kapolres Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), AKBP Tulus Sinaga memastikan kondisi masyarakat di wilayah perbatasan NTB, khususnya di Kecamatan Liukang Tangaya dalam keadaan baik dan aman.

Sesuai informasi dari pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Liukang Tangaya, guncangan gempa 7 Skala Richter (SR) juga dirasakan masyarakat yang tinggal di sejumlah pulau terluar, khususnya yang berada dibagian barat.

“Patut kita bersyukur, karena akibat gempa tersebut yang dirasakan warga hanya guncangan dan tidak merusak serta tak menimbulkan jatuhnya korban jiwa,”ujar AKBP Tulus Sinaga, Senin 6 Agustus 2018.

Terpisah, tokoh pemuda asal Liukang Tangaya Jamal mengakui, hingga saat ini belum ada laporan kondisi masyarakat diwilayahnya. Pasalnya, jaringan terdekat diwilayah Sumbawa tak bisa terakses karena putus. Lebih jauh, kata Mantan Ketua HMI Pangkep, jarak antara pulau-pulau di Pangkep dengan NTB itu cukup dekat.

”Ada empat pulau diwilayah Liukang Tangaya, paling dekat dengan NTB, dan hanya butuh 3-5 jam perjalanan. Pulau tersebut diantaranya, Pulau Poleonro, Sailus, Satanger dan Pulau Kapoposan yang hanya berjarak 60 mil,”jelasnya.

Seperti diketahui, titik gempa 7 SR itu berpusat di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terjadi pada pukul 19.46 Wita, kemarin. Lokasi gempa berada di titik 8.37 LS dan 116.48 BT. Gempa terjadi pada kedalaman 15 km. (86-KP)