Warga Meninggal Ditandu Pakai Sarung, Program ‘Bulukumba Melayani’ Dipertanyakan

oleh
Tak dipinjam kan Ambulance, warga tandu jenazah pakai sarung. Kamis (24/8/17). Resource : Facebook

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Program Bulukumba Melayani yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Sulsel, menuai sorotan sejumlah warga. Kini ramai-ramai mempertanyakan program Bulukumba Melayani yang dilaunching tahun 2017 itu.

Baru-baru ini warga menyesalkan kondisi jenazah yang meninggal di Puskesmas (PKM) Kajang. Harus ditandu menggunakan sarung ke rumah duka lantaran tak dipinjamkan mobil Ambulance PKM.

Tak dipinjam kan Ambulance, warga Kajang di Bulukumba tandu jenazah pakai sarung. Kamis (24/8/17). Resource : Facebook

Mirisnya kondisi terpaksa membuat pihak keluarga jenazah dan warga setempat terpaksa memikul dengan tandu bergantian sejauh 7 kilometer dari PKM ke rumah duka.

Warga di Kajang, kabupaten Bulukumba tandu orang meninggal dengan sarung karena tak ada fasilitas mobil jenazah. Kamis (24/8/17). Resource Facebook.

Pihak PKM berdalih menggunakan Ambulance mengangkut janazah melanggar aturan regulasi berdasarkan perintah Bupati.

DPD II Komite Pemuda Nasional Indonesia (KNPI) Bulukumba menyayangkan hal itu. Program itu dinilai tak sesuai kenyataan di lapangan, dan hanya sebagai simbol seremoni dengan gencar sosialisasi dalam program semalam di desa.

“Kalo pemerintah jalankan aturan jangan setengah setengah. Sebelum menjalankan aturan yang ada mestinya dia harus menyediakan fasilitasnya,” tegas Ketua DPD II KNPI, Idil Akbar. Sabtu (26/8/17).

Terkait jenazah yang ditandu menggunakan sarung, menurutnya stigama yang ada di masyarakat selama ini, Ambulance itu pasti untuk orang sakit dan orang meninggal.

“Mewakili masyarakat saya meminta, Bupati juga jangan terlalu kaku menerapkan aturan, khususnya penggunaan Ambulance paling tidak pertimbangan kemanusiaannya harus jelas dan dipahamkan ke pejabat dan masyarakat. Itu perlu,” jelas Idil Akbar.

Selain itu, ia berharap, Bupati segera mengevaluasi pejabatnya agar program dapat berjalan optimal, mengingat ini bukan kali pertama masyarakat mengeluh soal pelayanan dan fasilitas kesehatan.

“Ganti saja pejabatnya kalau tidak peka persoalan kemanusiaan. Dan saya pikir pemerintah banyak solusi, kalau cuma masalah mobil jenasah tidak bisa, malu lah kita sebagai warganya,” pungkas Idil.

Tak hanya itu, kondisi ini juga berkecamuk di Medsos yang menuai reaksi keras dari warganet.

“Yg bilang ambulance hanya di pakai untuk orng yg sakit bukan untuk jenazah sruh kelaut saja, atau ketemu sm sy biar saya ajari hukum, ” TEMPATKANLAH KEMANUSIAAN DI ATAS ATURAN ” ITU BRU KEREN,” tulis akun Andi Rajanasution.

“Kapus Salah mengartikan penegasan Bupati? Atau Bupati tidak cakap dalam memberikan penjelasan dan penegasan?
Atau keduanya akut?,” tulis Kahar Mappasomba.

“Ambulance dibeli dari uang rakyat dan diperuntukkan untuk rakyat ,ketika ada rakyat yang meninggal disuruh ditandu saja dengan berjalan kaki sejauh 5 km ,kata kapusnya melangar regulasi,terus bu kapus kalau ambulancenya di pake ke kondangan atau jalan jalan tidak melanggar regulasi kah???#Gagaltotal,” tulis Ifa Musdalifa.