Waduh !!! Waria Bulukumba Nyatakan “Perang” dengan Majelis Dai Muda Bulukumba

oleh
Waria Kreatif Bulukumba
Waria Kreatif Bulukumba naytakan "Perang"atas statment dari Majelis Dai Muda Bulukumba yang menolak Komunitas Waria semarakkan Perayaan HUT RI ke-72

BULUKUMBA,SUARALIDIK.com – Adanya statement dari Majelis Dai Muda Bulukumba yang menyatakan penolakan terhadap ikutnya Waria (Bencong) untuk ikut serta semarakkan perayaan Hut RI ke-72 tahun 2017 mendapat perlawanan dari Wakerba ( Waria Kreatif Bulukumba ).

Ketua Waria Kreatif Bulukumba
Mince ( Aminuddin,S.Pd) Ketua Waria Kreatif Bulukumba (Wakerba) menyatakan siap berperang dengan majelis Dai Muda Bulukumba terkait penolakan ikuti perayaan HUT RI

Sebagaimana diberitakan sebelumnya dan menjadi perbincangan hangat di Bumi Panrita Lopi Bulukumba pada hari Kamis (10/8/17) dimana para Dai Muda Bulukumba yang tergabung dalam Majelis Dai Muda menolak peran serta kelompok Waria atau Bencong untuk menyemarakkan perayaan HUT RI diantaranya gerak jalan khusus Waria.

Ust. A. Armayadi selaku koordinator Dai di MDM mengungkapkan “Apapun bentuk permainan untuk memeriahkan HUT itu sah sah saja tapi jangan sampai melanggar etika agama dan budaya, termasuk adanya Gerak Jalan Khusus Waria dengan pakaian seronok.” ucapnya sebagaimana di tirukan Ketua Dai Muda Bulukumba, Ustads Ikhwan Bahar.

Baca :Nilai Langgar Etika dan Agama, Majelis Dai Muda Bulukumba “Tolak” Waria Ikut Perayaan HUT RI

Ketua Waria Kreatif Bulukumba ( Wakerba), Mince secara khusus menyampaikan kepada SuaraLidik.com bahwa tiap tahun masyarakat meminta waria untuk tampil dalam perayaan HUT Kemerdekaan. Adanya penyataan dari Ustads Ikhwan menurutnya tidak berdasar dan hanya ingin dikenal oleh masyarakat bahwa Dai menolak waria ikut perayaan kemerdekaan.

Menurutnya Waria hanya memeriahkan perayaan dan jika tahun lalu tidak ada kelompok waria yang tampil karena mereka kepepet waktunya yang hanya 3 hari untuk latihan.

Waria juga manusia dan mempunyai hak untuk memperingati moment perayaan kemerdekaan negara Indonesia tercinta. Kami menolak adanya pernyataan dari kelompok yang menamakan dirinya Dai Muda Bulukumba. Waria Bulukumba banyak yang berprestasi dan ada yang telah menempuh pendidikan hingga Strata 3 ( S3), kami ada yang PNS, ada yang pengusaha sukses. Pernyataan dari Ustads Iwan (Ikhwan Bahar,red) akan kami lawan dan Waria Bulukumba tetap akan mengikuti perayaan HUT RI termasuk lomba gerak jalan. Jika Ustads menolak, maka kami, Wakerba Bulukumba menyatakan siap mengibarkan bendera “perang” terhadap Dai Muda Bulukumba ini ” tegas Mince, kamis malam.

Waria Kreatif Bulukumba
Waria Kreatif Bulukumba nyatakan “Perang”atas statment dari Majelis Dai Muda Bulukumba yang menolak Komunitas Waria semarakkan Perayaan HUT RI ke-72

Mince yang memiliki nama laki-laki Aminuddin, SPd dan terdaftar sebagai PNS ( Guru) di salah satu SD di daerah Bonto Sunggu Bulukumba ini menambahkan Waria di Bulukumba jumlahnya mencapai 500 orang dan mereka siap membela hak-hak kaumnya.

Jangan kira kami hanya diam, TIDAK !! Kelompok kami tersebar di 10 kecamatan di Bulukumba dan komunitas kami di Kabupaten lain siap turun ke Bulukumba untuk ber “Perang”dengan kelompok Dai Muda Bulukumba. Kalau mereka melarang kami tampil di Bulukumba, tidak masalah, kami telah di undang beberapa Camat untuk berpartisipasi di sana pada saat perayaan nanti, Waria akan berkreasi di Bulukumpa, Rilau Ale dan di semua Kecamatan yang ada “ujar Mince.

Kami tidak munafik, dan kalau mau bertanding, Waria juga bisa melantunkan ayat suci Al Qur’an. Ada pesta, waria yang berperan disana, dan satu, perlu Dai Muda Bulukumba ketahui, di dalam suatu pesta, makanan yang disajikan itu adalah Waria yang membuatnya dan tidak ada yang berteriak jika daging atau makanan buatan Waria itu Haram. Waria adalah warga negara Indonesia dan kenapa hari Proklamasi harus di sia-siakan ? Kami tekankan, Waria Bulukumba akan tetap mengikuti dan menyemarakkan perayaan Kemerdekaan ” tandasnya.

Mince menambahkan, statment dari dai Muda Bulukumba akan menjadi bumerang bagi lembaga yang menaungi para ustads ini. ” Besok sore kami akan tetap mengadakan latihan, dan pada hari H nanti, Wakerba akan tampil dengan pakaian khas, baju kemeja lengan panjang dan bawahan rok, dan jika mau di nilai, maka barisan kami adalah barisan yang paling teratur, paling tertib dan berirama “tutup Mince. ( RED2)