Wawali Mor Paparkan Data Sementara Korban Banjir Dan Tanah Longsor Di Manado

oleh

Suara Lidik.com, Manado – Pemerintah Kota Manado mengklaim banyak mengalami kerugian material diakibatkan oleh bencana banjir dan longsor pada hari Sabtu, (16/12) lalu. Sehingga Wakil Walikota (Wawali) Mor Dominus Bastian mewakili Walikota GS Vicky Lumentut (GSVL), melakukan kegiatan Press Conference mengenai musibah yang melanda Manado dan sekitarnya. (Selasa, 19/12/2017)

Foto : Suasana Jumpa Pers Di Manado, Sulawesi Utara

Untuk sementara dari yang dirangkum oleh BPBD, korban terdampak banjir dan tanah longsor hingga saat ini. Tersebar hampir merata di 9 kecamatan Se kota Manado. Berikut ini, Penjabarannya:

Kecamatan Singkil
– 4975 Jiwa
– 1510 Kepala Keluarga
– 938 Rumah terendam banjir

Kecamatan Sario
– 4.139 Jiwa
– 1.227 Kepala Keluarga
– 935 Rumah terendam banjir
– 1 Rumah terkena longsor

Kecamatan Tikala
– 4.406 Jiwa
– 1.111 Kepala Keluarga
– 973 Rumah terendam banjir
– 33 Rumah terkena longsor

Kecamatan Paal Dua
– 5.025 Jiwa
– 1.362 Kepala Keluarga
– 1.118 Rumah terendam banjir
– 80 Rumah terkena longsor

Kecamatan Wanea
– 5.267 Jiwa
– 1.395 Kepala Keluarga
– 1.223 Rumah terendam banjir
– 172 Rumah terkena longsor

Kecamatan Tuminting
– 19 Jiwa
– 4 Kepala Keluarga
– 4 Rumah terkena longsor

Kecamatan Wenang
– 2.416 Jiwa
– 585 Kepala Keluarga
– 299 Rumah terendam banjir

Kecamatan Malalayang
– 1.324 Jiwa
– 387 Kepala Keluarga
– 328 Rumah terendam banjir
– 6 Rumah terkena longsor

Kecamatan Mapanget
– 44 Jiwa
– 10 Kepala Keluarga
– 10 Rumah terendam banjir

Total Sebanyak 27.615 jiwa atau 7.591 kepala keluarga di sembilan kecamatan terdampak bencana banjir dan longsor yang terjadi pada hari Sabtu lalu.

Kami masih coba terus memperbaharui data ini yang sudah sekitar 90 persen yang masuk, Ujar Wawali Mor didampingi Plt Sekkot Rum Usulu, Saat Press Conference.

Lanjut Wawali Mor, Bencana ini karena curah hujan yang cukup tinggi di beberapa wilayah di Sulawesi Utara. Akibatnya, terjadi banjir dan beberapa tempat mengalami tanah longsor.

Banjir memang tidak terjadi di semua wilayah kota Manado, tapi yang mengalami dampak cukup besar adalah di daerah bantaran sungai.

“Harus ada tindakan khusus dan penanganan. Soalnya kejadiam juga sama seperti tahun 2014, kurangnya drainase sehingga menyebabkan naiknya volume air ke permukaan.

Sungai – sungai juga terlihat masih banyak sampah berserakan,” Tutur Verna Tijow Pemuda asal Batu Kota kecamatan Malalayang yang juga mengecap kursi perkuliahan di Jurusan Komunikasi Fispol Unsrat.

Tambah Tijow, Bagi perumahan yang terkena dampak bencana longsor, saya kira butuh adanya pembatasan wilayah perumahan di daerah rawan longsor. Agar dapat meminimalisir korban saat muncul hal serupa. (DeonYW/kemal)