Welcome, Dirjen Prasarana Dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI di Bolmong

oleh

SUARALIDIK. COM, Direktur Jenderal prasarana dan sarana pertanian kementerian pertanian Republik Indonesia, yang saya sapa dengan hormat Bapak Ir. Pending Dadih Permana, master of economic development bersama jajaran Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Sumber foto TUP Bolmong

Gubernur sulawesi utara, yang diwakili oleh kepala dinas pertanian provinsi sulawesi utara, bersama jajaran dinas pertanian provinsi sulawesi utara yang sempat hadir diantaranya Walikota Kotamobagu, Ibu Ir. Hj. Tatong Ara, bersama jajaran pemerintah Kota Kotamobagu.

Forum koordinasi pimpinan daerah kabupaten Bolaang Mongondow anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow jajaran pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, sekretaris daerah, para asisten sekda, staf ahli Bupati, Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Bagian serta para Camat di lingkungan pemerintah kabupaten Bolaang Mongondow.

Kepala badan dan kepala kantor instansi vertikal di kabupaten Bolaang Mongondow, Pimpinan BUMD kabupaten Bolaang Mongondow, para Sangadi dan perangkat desa yang sempat hadir tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan tokoh wanita yang sempat hadir LSM dan saudara-saudara insan pers dari media cetak dan media elektronik serta online.

Sumber foto TUP Bolmong

Dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya selaku pribadi dan keluarga serta atas nama pemerintah dan masyarakat kabupaten Bolaang Mongondow menyampaikan ucapan “Selamat datang, selamat berkunjung di kabupaten Bolaang Mongondow”, kepada Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia, bapak Ir. Pending Dadih Permana, master of economic development, yang saya sapa dengan bahasa mongondow “niondon dega’ komintan”.

Lanjutnya lagi bahwa kami juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada bapak Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, yang telah meluangkan waktu berkunjung dan melaksanakan panen raya bersama-sama dengan kami, sekaligus akan menyerahkan bantuan berupa alat dan mesin pertanian atau alsintan, kepada masyarakat petani di kabupaten Bolaang Mongondow.

Semoga kunjungan kali ini dapat lebih mempererat hubungan silahturahim dan kerja sama yang baik, antara pemerintah kabupaten Bolaang Mongondow dengan direktorat jenderal prasarana dan sarana pertanian, kementerian pertanian Republik Indonesia.

Kabupaten Bolaang Mongondow adalah salah satu kabupaten dari 15 kabupaten-kota yang berada di Provinsi Sulawesi Utara, dan merupakan daerah induk dari daerah pemekaran kabupaten-kota yang ada di wilayah Bolaang Mongondow Raya, dengan luas wilayah 4.083 kilometer persegi, yang terdiri dari 15 kecamatan, 2 kelurahan serta 200 desa, dengan jumlah penduduk sampai dengan akhir tahun 2017 kurang lebih 272.142 jiwa.

Sumber foto TUP Bolmong

Kabupaten Bolaang Mongondow yang dari dulu sampai sekarang dikenal dengan daerah lumbung berasnya provinsi sulawesi utara, mempunyai potensi unggulan dalam bidang pertanian, perikanan dan kelautan, perkebunan, peternakan dan bidang pertambangan, serta sektor pariwisata.

Bolmong, mulai tahun 2015 lalu, pemerintah kabupaten Bolaang Mongondow melalui Dinas Pertanian telah melaksanakan program upaya khusus atau upsus padi, jagung dan kedelai sebagai berikut :

Pertama, untuk program upaya khusus padi, awalnya lahan sawah di kabupaten seluas kurang lebih 25.000 hektare, pada tahun 2017 lalu luas tanam menjadi 29.920 hektare atau bertambah seluas 4.920 hektare, selama tahun 2015 sampai dengan tahun 2017. bertambahnya luas lahan sawah ini berkat bantuan dari direktorat jenderal prasarana dan sarana pertanian.

Sedangkan untuk produksi ditargetkan sebanyak 417.841 ton, realisasi tahun 2017 sebanyak 411.343 ton.

Sumber foto TUP Bolmong

Kedua untuk program upaya khusus jagung, awalnya lahan kering di kabupaten Bolaang Mongondow seluas 67.147 hektare, pada tahun 2017 lalu luas tanam ditargetkan 124.063 hektare, realisasi tahun 2017 seluas 192.229 hektare, luas panen ditargetkan 117.843 hektare, realisasi tahun 2017 seluas 170.174 hektare, provitas atau produktivitas tanaman ditargetkan 37,40 yield per hektare, realisasi tahun 2017 37,40 yield per hektare, dan produksi ditargetkan sebanyak 440.773 ton, realisasi tahun 2017 sebanyak 636.451 ton, atau melampaui dari target yang telah ditetapkan.

Ketiga, untuk program upaya khusus kedelai, awalnya lahan tanaman kedelai di kabupaten Bolaang Mongondow seluas 3.354 hektare, pada tahun 2017 lalu luas tanam ditargetkan 2.140 hektare, realisasi tahun 2017 seluas 3.736 hektare, luas panen ditargetkan 2.050 hektare, realisasi tahun 2017 seluas 2.988 hektare, provitas atau produktivitas tanaman ditargetkan 13,16 yield per hektare, realisasi tahun 2017 12,86 yield per hektare, dan produksi ditargetkan sebanyak 2.698 ton, realisasi tahun 2017 sebanyak 3.843 ton, atau melampaui dari target yang telah ditetapkan.

Sumber foto TUP Bolmong

Capaian dalam program upaya khusus padi, jagung dan kedelai di kabupaten Bolaang Mongondow, tentunya tidak lepas dari bantuan pihak kementerian pertanian, dimana telah mengalokasikan bantuan berupa benih padi, jagung dan kedelai serta alat dan mesin pertanian pra-panen dan pasca panen.

Direktorat jenderal prasarana dan sarana pertanian juga telah mengalokasikan kegiatan fisik yaitu rehabilitasi jaringan irigasi, pengembangan jaringan irigasi, embung, long storage, dam parit serta program pencetakan dan perluasan sawah baru seluas kurang lebih 4.920 hektare selama 3 tahun, sehingga dengan adanya berbagai program pertanian ini, diharapkan mampu meningkatkan produksi pertanian yang berkelanjutan, sekaligus dapat meningkatkan taraf hidup petani di kabupaten Bolaang Mongondow.

Saat ini salah satu pembangunan sarana infrastruktur di kabupaten Bolaang Mongondow adalah pembangunan waduk lolak yang berlokasi di desa Pindol Kecamatan Lolak, yang merupakan waduk pertama dan terbesar di provinsi sulawesi utara, yang pembangunannya dibiayai dari anggaran pendapatan dan belanja negara multiyears, lebih dari 800 milyar rupiah.

Secara teknis, waduk ini akan membendung sungai lolak dan mampu menampung sebanyak 16 juta meter kubik air, yang akan mengairi 2.214 hektare sawah di kabupaten bolaang mongondow. Apabila waduk lolak ini telah selesai dan mulai beroperasi, maka secara keseluruhan lahan pertanian irigasi di kabupaten Bolaang Mongondow seluas 32.159 hektare, sehingga diharapkan kabupaten Bolaang Mongondow tetap menjadi daerah sentra produksi beras di provinsi sulawesi utara.

Oleh karena itu, dengan bertambah-luasnya lahan pertanian di kabupaten Bolaang Mongondow, kiranya bapak dirjen sarana dan prasarana pertanian lebih memperhatikan lagi, kebutuhan masyarakat petani di kabupaten Bolaang Mongondow.(is/kemal red).