Woow !!! PLN Ranting Bantaeng Gunakan Batang Kayu Untuk Tiang Sepanjang 3 KM

oleh
Jaringan listrik yang terpasang sejak tahun 2006 sepanjang 3 KM hanya pakai tiang kayu dan di gunakan sebanyak 27 KK per KWh/SUARALIDIK.com
Jaringan listrik yang terpasang sejak tahun 2006 sepanjang 3 KM hanya pakai tiang kayu dan di gunakan sebanyak 27 KK per KWh/SUARALIDIK.com

SUARALIDIK.com, BANTAENG– Salah seorang warga Dusun Palanjong Desa Tombolo, Supriadi kepada SuaraLidik.com, Sabtu (29/10/2016) sore mengeluhkan masih adanya tiang listrik terbuat dari kayu di sekitar permuikiman warga.

Bagi mereka, menurut Supriadi, tiang listrik tersebut sangat berbahaya, karena sudah beberapa kali tiang listrik tumbang akibat kayu lapuk dan menimpa rumah warga, bahkan jaraknya pun cukup jauh antara satu tiang dengan tiang lainnya yakni sekitar 3 Km dan kadang kala ditemui kabel-kabel listrik tersebut terjuntai ketanah dan sangat membahayakan warga yang sedang melintas.

Supriadi meminta kepada SuaraLidik.com agar menyentil Kepala Ranting PLN Bantaeng melalui pemberitaan termasuk adanya dugaan Mafia Listrik yang telah berlangsung sejak 10 tahun di Desa Tombolo.

Coba mi kita bayangkan Pak, jika tiang ini yang terbuat dari kayu dan termakan rayap ataupun tertiup angin kencang apalagi sekarang sudah musim hujan mi dan tiang ini tumbang atau patah dan menimpa rumah warga, berbahaya sekali mi pak. Jika itu terjadi, lalu siapi mi yang akan bertanggung jawab ? ” jelas Supriadi dalam logat Makassar saat ditemui  SuaraLidik.com.

Pantauan SuaraLidik.com, dI Desa Tombolo Dusun Palanjong terdapat puluhan tiang listrik masih mengandalkan tiang kayu dan berjarak 3 KM antara satu tiang / SUARALIDIK.com
Pantauan SuaraLidik.com, dI Desa Tombolo Dusun Palanjong terdapat puluhan tiang listrik masih mengandalkan tiang kayu dan berjarak 3 KM antara satu tiang / SUARALIDIK.com

Semestinya, tutur Supriadi sebagai pelanggan PLN, warga harus mendapat perlakuan yang sama dengan para pelanggan lainnya.

Jangan sekali -kali kowdong membedakan masalah pelayanan listrik ini kepada warga ” kritiknya.

Ia juga berharap, PLN maupun instansi pemerintah kiranya bisa membantu proses penggantian tiang listrik. sehingga menimbulkan rasa aman bagi pelanggan.

Selain itu, warga juga mengeluhkan adanya Mafia listrik yang dari tahu 2006 memainkan dana mereka dengan di janji akan dipasangkan KWh baru dengan telah membayar antara Rp 3 Juta hingga Rp 3,5 Juta per KK untuk satu KWh.

Namun, hingga kini berselang 10 tahun, belum ada tanda-tanda Pihak PLN Rayon Bantaeng melirik kediaman mereka bahkan terkesan Kepala Rayon PLN Bantaeng menutup mata dan membiarkan ulah angotanya di lapangan sehingga warga menduga Kepala rayon PLN Bantaeng memberikan lampu hijau kepada anggotanya tersebut untuk leluasa membodohi serta menipu warga.

Yang dibutuhkan masyarakat adalah transparansi dan pelayanan yang baik dari PLN. Tapi ini mereka tak terbuka, susah diajak komunikasi ” pungkas Supriadi.

REP; bcht

RED;suaralidik.com-andi awal