Yasti : Disiplin dan Kompetensi Guru lebih ditingkatkan

oleh
Bupati Bolmong, Yasti S Mokoagow saat memimpin Rapat evaluasi BOS dan DAK
Photo : Bupati Bolmong, Yasti S Mokoagow saat memimpin Rapat evaluasi BOS dan DAK

BOLMONG, Suaralidik.com – Profesi guru adalah pekerjaan yang paling mulia di sisi Allah SWT Tuhan yang maha kuasa dan paling mulia diantara sesama manusia, karena guru dituntut untuk dapat memberikan pengabdian yang terbaik untuk anak didiknya, kata Yasti saat memimpin Rapat Evaluasi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan DAK yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan senin (15/10/) di Gedung Rahmadinah Lolak, yang diikuti para Kepala Sekolah dan Para Guru SD dan SMP se-kabupaten Bolaang Mongondow.

“Kualitas siswa-siswi nanti itu ditentukan dari kualitas setiap guru yang ada di sekolah, maka dari itu setiap guru dituntut untuk harus memperbaiki kualitasnya, karena kalau kualitas guru-guru hanya pas-pasan, maka Kabupaten Bolaang Mongondow tidak pernah akan maju dan akan kalah bersaing dengan daerah lain”, ujar Yasti

Bupati menjelaskan, kenyataannya hari ini kualitas pendidikan di Kabupaten Bolaang Mongondow masih kalah jauh bila dibandingkan dengan kualitas pendidikan di era yang terdahulu.

Yasti menghimbau kepada para guru untuk bersama-sama memperbaiki kualitas anak didik dengan cara meningkatkan kompetensi para guru, dimulai dari disiplin selama jam pelajaran yaitu mulai dari jam masuk sekolah karena masih banyak siswa-siswi SD dan SMP yang berkeliaran di pinggir jalan padahal sudah masuk jam pelajaran, ungkap Yasti

Bupati menginginkan agar ada sekolah-sekolah, baik itu SD maupun SMP yang menjadi sekolah unggulan dan percontohan yang dapat dibanggakan, karena hal ini merupakan tugas dan tanggungjawab kita semua. Yasti mengatakan di akhir tahun 2019 nanti akan terpasang CCTV di sekolah-sekolah baik SD maupun SMP agar mudah untuk memonitor/memantau aktivitas belajar mengajar sekaligus memantau kehadiran para guru.

Ia juga menyampaikan kepada para guru agar melaporkan kepada dirinya apabila terdapat oknum-oknum di Dinas Pendidikan yang sengaja mempersulit pengurusan berkas guru-guru. Bupati berjanji kalau sampai ada laporan dari guru, maka ia akan mencopot jabatan itu, termasuk dalam mutasi kepala sekolah nanti.

“Saya minta untuk segera melaporkan kalau ada oknum-oknum yang mengatasnamakan bupati dalam pengisian jabatan kepala sekolah, karena jabatan kepala sekolah itu ditentukan di tingkatan Baperjakat”, tandas Yasti

Bupati menegaskan kalau sampai mengetahui ada jabatan kepala sekolah karena di bayar, maka bupati tidak segan-segan mencopot jabatan kepala sekolah itu.

Di akhir sambutannya, Bupati mengajak para kepala sekolah dan para guru yang hadir untuk tetap semangat dalam melaksanakan tugas dan pengabdian selaku pengajar dan pendidik. (***Is)