Yasti Menghadiri Kegiatan Bursa Inovasi Desa

oleh
Bupati Bolmong Saat Memberikan sambutan pada kegiatan bursa inovasi desa
Photo Bupati Bolmong Saat Memberikan sambutan pada kegiatan bursa inovasi desa

BOLMONG, Suaralidik.com – Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow Kamis (13/9) menghadiri kegiatan Bursa Inovasi Desa di Gedung Bagas Raya Yadika Kopandakan II, Kecamatan Lolayan. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa ini, dihadiri oleh Wakil Bupati Yanny Ronny Tuuk, Ketua DPRD Welty Komaling, Pimpinan SKPD, para Camat dan 200 Kepala Desa se-Kab Bolmong.

Bursa Inovasi Desa merupakan sebuah forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di Desa-Desa di lingkup Kabupaten. Bursa Inovasi ini merupakan bagian tak terpisahkan dari Model Pengelolaan Inovasi di Tingkat Kabupaten.

Adapun maksud pelaksanaan Bursa Inovasi Desa yaitu untuk menjembatani kebutuhan pemerintah desa akan solusi bagi penyelesaian masalah, serta inisiatif atau alternatif kegiatan pembangunan desa dalam rangka penggunaan dana desa yang lebih efektif dan inovatif.

Dalam Sambutannya Bupati Yasti menyampaikan, pihaknya sangat menyambut baik kegiatan Bursa Inovasi Desa ini. Apalagi Bolmong paling banyak jumlah desa se BMR. Sehingga tentunya perlu mencermati betul arahan-arahan yang telah disampaikan tenaga ahli pendamping desa, baik dari Kementerian, Provinsi maupun pendamping yang ada di Bolmong, ucapnya.

Bupati berharap, para tenaga Pendamping Desa supaya dapat memberikan arahan serta masukan kepada Sangadi dan BPD agar semua program dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, maupun dari APBD Bolmong bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, ujar Yasti

“Saya sangat berharap para tenaga pendamping dapat memberikan masukan yang baik untuk pembangunan sarana dan prasarana pembangunan infrasruktur di desa. Terutama dalam mengembangkan kreasi dalam menyusun rencana pembangunan”, pungkas Srikandi Bolmong ini.

Sementara itu, menurut Kadis DPMD Bolmong Achmad Yani Damopolii mengatakan, kegiatan ini merupakan wadah pertukaran informasi dan pengetahuan antar desa dalam hal melaksanakan program inovasi desa.

“Tujuannya untuk mendorong penggunaan dan pemanfaatan Dana Desa yang lebih berkualitas, efektif dan efisien melalui kegiatan inovatif dan produktif,” jelas Achmad Yani.

Lanjutnya, PID ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan agenda Nawa Cita dalam RPJMD 2015-2019. PID dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas desa sesuai dengan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa, dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan desa secara berkualitas, agar dapat meningkatkan produktifitas rakyat dan kemandirian ekonomi, serta mempersiapkan pembangunan sumber daya yang memiliki daya saing.

“Ada dua komponen utama dalam PID yaitu, pengelolaan pertukaran pengetahuan dan inovasi desa dan penyediaan peningkatan kapasitas teknis desa dengan tujuan agar desa-desa mendapatkan jasa layanan teknis yang lebih berkualitas dari lembaga profesional,” terangnya. (Is***)