“Zul Majjaga dan Mimpinya akan Desa Batang”

oleh
Zul Majjaga (Dewan Pengurus DPD KNPI Sulsel)
Zul Majjaga (Dewan Pengurus DPD KNPI Sulsel)

Bulukumba — Lidik Sulsel–,Hari Pertama Puasa Tahun ini, Menjadi pembuka mimpi dan harapan Syamsul Bahri Majjaga Sesaat setelah melakukan sahur bersama keluarganya di Desa Batang, kecamatan Bontotiro. Ekspektasi dan Harapan kepada tanah lahirnnya di ekspresikan oleh Syamsul Bahri Majjaga dalam Akun media sosial Miliknya.

“Pemuda yang juga merupakan aktivis DPD KNPI SulSel ini memiliki mimpi besar untuk pembangunam desanya. Itu terlihat pada postingan pada akun Facebook milik Zul Majjaga. Rabu. 08/06/2016.

“Karna saya ingin suasana yang sedikit berbeda malam ini saya mengkreasi sahurku dari menggabungkan pengalamanku dengan daya fantasiku. Maka kumulai tulisan ini dengan mozaik ingatan yang satu ini!

“Tentang tanah lahir impian bagi segenap penduduk desaku. Didesa ini ada begitu banyak alasan untuk menjadikan Desa ini magnet ajaib bagi para penduduk dari daerah lain untuk singgah. Mulai dari; Pertanianya, Memiliki beberapa taman Desa, Hidup dengan daya seni dan estetika tingkat tinggi, Menjadi pusat olahraga dan Religi. Mungkin saat ini memang Desaku tidak menyajikan segalanya tapi segala-galanya bisa berawal dari Desa ini. Keyakinanku ini bukan tercipta tanpa dasar mengamati dan menghayati, bagaimana sensasi ketakjuban atas keramahan – kesederhaan dan sajian keindahannnya. Dan karna itulah desa ini bisa menjadi tujuan para pemimpi!

Aroma masakan khas desaku menyadarkanku, malah sekarang mulai mengganggu indra penciumanku “Utang Keloro na Kanre Ne’ne. Sepertinya menu sahurku sudah tersaji dan inilah akhir cerita dari bangunan mimpi yang kurangkai. Batang Nama Desaku dan begini saya merangkai kata-kata, imajinasi, pengalamanku demi jengkal makna yang tersusun dari kata atas nama cinta. dalam menyelami kedalaman keagungan desaku.”

Salamat sahur dan Kurasa aku akan merebahkan sejenak tubuh ini. Sesaat, karena aku punya janji perjalanan hari ini. ” Kata Zul Majjaga Di Akun FB miliknya.

 

Antok#