Makassar Recover

Pemkab bantaeng

Bagaimana Drone Dapat Membantu Industri Pertanian

  • Bagikan
drone untuk indutsri pertanian

Saat mendengar kata “drone” mungkin yang pertama terlintas di pikiran kita adalah video dari sudut yang unik dan menarik yang dapat didapatkan dengan menggunakan alat ini. Tetapi ternyata drone juga banyak manfaatnya untuk digunakan di industri pertanian. Dengan menggunakan drone, para petani dapat mengetahui secara pasti kondisi tanaman dari setiap sudut lahan tanpa mengganggu atau merusak tanaman yang dapat terjadi jika mengamati secara langsung. Inilah beberapa cara memanfaatkan drone untuk membantu industri pertanian.

1.     Mengetahui Kondisi Tanaman dengan Lebih Menyeluruh

Pemkab bantaeng

Drone dapat digunakan untuk mengambil gambar tanaman dari berbagai sudut atau bahkan area lahan yang sulit dijangkau sekalipun. Drone untuk industri pertanian dapat dilengkapi dengan sensor yang dapat mengambil gambaran kondisi tanaman dengan jelas. Dengan begitu, kita dapat memperoleh data yang akurat mengenai kondisi kesehatan tanaman. Misalnya apakah daun berubah warna atau apakah ada kerusakan yang ditimbulkan oleh hama. Dengan mengetahui kondisi tanaman secara pasti dan menyeluruh, petani akan dapat menentukan langkah selanjutnya dengan lebih cepat dan tepat.

2.     Membantu Estimasi Pemakaian Air, Pupuk, atau Pestisida Menjadi Lebih Efektif

Drone yang dilengkapi dengan sensor multispektral dapat memberikan gambaran tentang kesehatan tanaman dengan lebih jelas. Dengan menggunakan drone, petani dapat melihat area lahan mana yang memerlukan air lebih banyak. Drone juga dapat memiliki sensor yang mampu mengukur tingkat nitrogen pada tanah lahan, sehingga petani dapat mengetahui area mana yang memerlukan pupuk. Keadaan tanaman seperti tinggi atau ketebalan tanaman, atau infeksi hama juga akan terlihat jelas tanpa harus merusak lahan atau tanaman.

Drone memudahkan petani dalam mengelolah pertanian
Menyemprot pestisida dengan Drone

Dengan berbagai informasi tersebut, petani akan mampu mengetahui area lahan mana yang memerlukan air, area mana yang memerlukan tambahan pupuk, atau memerlukan pestisida. Penggunaan air, pupuk, dan pestisida menjadi lebih efektif, karena dapat dilakukan pada area tertentu yang membutuhkan saja, tidak dilakukan pada seluruh lahan yang dapat memakan lebih banyak waktu dan biaya.

3.     Mengetahui Adanya Jamur Pada Tanaman

Mengetahui apakah ada infeksi bakteri atau jamur pada tanaman secara cepat adalah penting. Jika bakteri atau jamur tidak segera diatasi, maka dapat menyebar ke tanaman lainnya dengan cepat, sehingga semakin banyak tanaman rusak dan akhirnya gagal panen. Drone dapat dilengkapi scanner dengan cahaya tampak atau cahaya infra merah yang dapat memberikan informasi jumlah cahaya hijau yang direfleksikan tanaman. Artinya, kita dapat melihat tanaman mana yang mulai berubah warna karena jamur atau bakteri. Dengan begitu, jamur pada tanaman dapat segera diatasi pada area yang tepat.

4.     Untuk Menyemprot Pestisida atau Pupuk

Drone juga dapat digunakan untuk menyemprot pestisida atau pupuk dari udara. Kita dapat mengendalikan gerakan drone dengan tepat (tentunya dengan sedikit latihan terlebih dahulu) pada area lahan yang membutuhkan penyemprotan. Menyemprot pestisida dengan drone tentunya akan lebih hemat waktu dan tenaga jika dibandingkan menyemprot secara manual. Jika dibandingkan dengan penyemprotan dengan menggunakan pesawat khusus, drone tentunya jauh lebih hemat dan lebih tepat sasaran.

Menyemprot tanaman dengan pestisida membutuhkan presisi yang cukup akurat. Partikel pestisida yang tidak jatuh tepat pada area lahan yang membutuhkan dapat menimbulkan masalah, apalagi jika lahan bersebelahan dengan lahan dari pemilik lain atau jenis tanaman lain. Masalahnya, saat menyemprot, droplet pestisida sangat mudah terbawa angin dan akhirnya dapat jatuh di tempat yang tidak diinginkan. Drone dapat dilengkapi dengan teknologi laser atau ultrasonik untuk mengatasi hal ini, sehingga menghasilkan semprotan pestisida dengan presisi yang lebih akurat.

5.     Menanam Bibit Tanaman

Menyebar atau menanam bibit tanaman juga dapat dilakukan dengan menggunakan drone. Drone dapat diterbangkan setinggi 2 hingga 3 meter di atas tanah dan menembakkan bibit dengan kecepatan tinggi sehingga dapat masuk ke dalam permukaan tanah. Biasanya bibit dilapisi dengan nutrisi hidrogel terlebih dahulu sebelum ditembakkan. Menanam bibit tanaman dengan drone tentunya akan lebih menghemat tenaga jika dibandingkan dengan menanam secara manual.

Dengan memanfaatkan drone untuk industri pertanian, tidak hanya produktivitas hasil pertanian yang dapat meningkat, tetapi juga biaya operasional, tenaga SDM, dan waktu dapat lebih dihemat. Meskipun harganya cukup mahal pada awalnya, namun membeli drone untuk kepentingan industri pertanian akan memberi banyak sekali manfaat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *