banner 728x250

Buronan FBI Amerika Ternyata Predator Anak Perempuan Dibawah Umur

  • Bagikan
Russ Albert Medlin predator anak dibawah umur
Russ Albert Medlin

Jakarta – Buronan Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Russ Albert Medlin ternyata seoang predator anak juga, Ia membayar anak-anak di bawah umur untuk melayani nafsunya. Satu orang anak dibayar Rp 2 juta.

“Untuk satu anak itu diberi upah sekitar Rp2 juta,” ucap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus di Markas Polda Metro Jaya, Rabu 17 Juni 2020.

banner 728x250

Harga tersebut belum termasuk komisi untuk muncikari yang membawa anak-anak tersebut, yakni perempuan berinisial A yang merupakan Warga Negara Indonesia. Yusri menambahkan, sejauh ini tidak ada dugaan Russ bagian dari sindikat pencabulan anak internasional. Tapi, dia memang seorang residivis yang pernah melakukan hal serupa tahun 2006 dan 2008 dan divonis di Nevada, Amerika Serikat.

Baca Juga: Buronan FBI Amerika dan Interpol Ditangkap Polisi di Jakarta Selatan

“Tapi untuk si inisial A sendiri ini sekali membawa tiga anak itu sekitar Rp6,3 juta yang terakhir berdasarkan pengakuan daripada tersangka,” ucap dia.

Menurut penjelasan Asisten Rumah Tangga (ART), Nurbaiti yang bekerja pada Russ Albert Medlin, hampir setiap hari datang seorang anak perempuan ke rumah kontrakan majikannya itu.

“Setiap hari. Paling kecil umurnya 15 tahun, paling gede 22 tahun, para perempuan tidak dijemput, mereka datang sendiri dengan taksi online” kata Nurbaiti kepada media, Rabu (17/6/2020)

Ketua RT 02/RW 03 Kelurahan Pulo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Widyo Utomo mengungkapkan, Russ Albert Medlin bahkan pernah mengajak salah satu pembantu rumah kontrakannya untuk berhubungan intim layaknya suami istri namun menolak.

“Kemarin sempat bertemu pembantunya tanya-tanya. Pembantunya sempat diajak main gitu. Tapi enggak mau pembantunya,” kata Widyo

Sebelumnya diberitakan, petugas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya mencokok Russ Medlin, seorang buronan dari Federal Bureau of Investigation (FBI) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (*Viva)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *