banner 728x250

banner 728x250

Paska Demo Tuntut Pencopotan Panitia Pokja Pengadaan Barang & Jasa, Lidik Pro Kembali Konsolidasi

  • Bagikan
Panitia Pokja Pengadaan Barang dan Jasa Bulukumba
Foto : Rapat konsolidasi perwakilan aktivis Lidik Pro pada Kamis (8/7/2021) malam

Bulukumba, suaralidik.com – Paska menggelar aksi demo di depan kantor Bupati Kabupaten Bulukumba pada Kamis (8/7/2021) sore, puluhan aktivis Lidik Pro dari perwakilan dari 10 kecamatan kembali menggelar rapat konsolidasi persiapan untuk aksi unjuk rasa.

Konsolidasi itu berlangsung di salah satu warkop di Kota Bulukumba pada Kamis (8/7/2021) malam sekitar pukul 19.00 WITA.

banner 728x250

Diketahui, Lidik Pro DPD Kabupaten Bulukumba sebelumnya menuntut dan mendesak Bupati Bulukumba H.Andi Muchtar Ali Yusuf untuk mencopot Panitia Pokja pengadaan barang dan jasa.

Baca Juga : Geruduk Kantor Bupati Bulukumba, LIDIKPRO Tuntut Panitia Pokja ULP Tidak Kongkalikong Dalam Proses Lelang

Pasalnya Panitia Pokja pengadaan barang dan jasa dinilai tidak transparansi serta diduga kuat telah melakukan kongkalikong dengan oknum yang kompeten di luar pokja itu sendiri.

Menurut Ketua DPD Lidik Pro Bulukumba Muh Ilham Nur, konsolidasi yang sedang digelarnya itu merupakan rapat persiapan untuk aksi unjuk rasa pada hari berikutnya.

“ini masih tindaklanjut persiapan untuk aksi unjuk rasa terkait dengan tuntuan Kami tentang pencopotan Panitia Pokja pengadaan barang dan jasa, Kami tidak akan berhenti sebelum mereka dicopot dari jabatannya,” tegas Ilham Nur.

Selain itu, Ilham Nur bahkan mengungkapkan jika pihaknya akan meminta pihak kejaksaan dan kepolisian untuk mengusut tuntas tentang kasus yang melibatkan Tim Pokja Bulukumba dalam proses pelelangan pengadaan barang dan jasa.

“Sangat aneh, mereka berupaya memenangkan satu orang yang sama dengan perusahaan yang berbeda, Kami tahu apa yang sedang terjadi dan sedang dilakukan oleh mereka, intinya Kami mendesak Bupati Bulukumba segera mencopot Tim Pokja itu,” sambung Ilham.

“Kasihan para kontraktor kabupaten Bulukumba ketika ini dibiarkan, olehnya itu Bupati Bulukumba harus segera bertindak, membatalkan semua hasil lelang itu” tambahnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *