banner 728x250

Ini Ide Program Inovasi Desa Yang Bisa Dijadikan Contoh untuk Desamu

  • Bagikan
PID ( Program Inovasi Desa )
Ide-Ide Kreatif PID ( Program Inovasi Desa )

Artikel – Program Inovasi Desa (PID) merupakan program desa yang ditunjukan melalui berbagai kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dengan menggunakan Dana Desa (DD).

Dana Desa tersebut dapat mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi perdesaan serta membangun kapasitas desa yang berkelanjutan melalui program PID. Lalu, kira-kira program inovasi desa (PID) seperti apa saja yang bisa dibuat serta dilaksanakan? Yuk, Cari tahu jawabannya di bawah ini!

banner 728x250

Pengembangan PID mencakup cara berpikir strategis dan konsistensi para pemangku kepentingan yang dituangkan dalam rangka perencanaan jangka panjang. PID ditetapkan sebagai agenda prioritas pembangunan dan menjadi bagian integral dari strategi pembanguan desa.

Dirjen PPMD ; Pentingnya Mengawal PID

Direktur Jenderal (Dirjen) PPMD Kemendesa PDTT-RI, Taufik Madjid menegaskan bahwa pentingnya mengawal keberlanjutan praktek-praktek baik dari Program Inovasi Desa (PID). Sebab, PID telah banyak menorehkan capaian-capaian keberhasilan dalam memfasilitasi pemanfaatan dana desa yang lebih berkualitas, kreatif, efektif dan efisien.

Direktur Jenderal (Dirjen) PPMD Kemendesa PDTT-RI, Taufik Madjid, Ide Program Inovasi Desa
Direktur Jenderal (Dirjen) PPMD Kemendesa PDTT-RI, Taufik Madjid pada Workshop Konsultasi dan Finalisasi Exit Strategy dan Standar Operasional Prosedur Hubungan antar Pihak (SOP-HAP) Program Inovasi Desa Tahun 2019 di Grand Kemang Hotel, Jakarta, Rabu (25/9) lalu

Hal itu disampaikan Dirjen PPMD Taufik Madjid di hadapan peserta Workshop Konsultasi dan Finalisasi Exit Strategy dan Standar Operasional Prosedur Hubungan antar Pihak (SOP-HAP) Program Inovasi Desa Tahun 2019 di Grand Kemang Hotel, Jakarta, Rabu (25/9) lalu.

Dalam PID, lanjut Taufik, model pengelolaan pengetahuan berupa dokumen-dokumen pembelajaran (narasi dan video) yang inovatif sangat dibutuhkan keberlanjutannya. Namun harus tetap memperhatikan tingkat perkembangan maupun kebutuhan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat.

“Performa PID sendiri telah memberikan banyak referensi inovatif bagi desa-desa dalam memanfaatkan dana desa dan APBDes,”tutur Taufik Madjid memberi arahan sekaligus membuka kegiatan tersebut.

Silakan dibahas dan diskusikan keberlanjutan program-program P3MD dan PID. Dua program ini urgensinya sangat tinggi dalam mendukung sukses dana desa. “Yang kita bicarakan disini keberlanjutan, tidak hanya exit strategy saja,” kata Dirjen PPMD.

Beberapa contoh ide-ide PID yang mungkin bisa Anda laksanakan di desa.

  1. PID Pengelolaan Air Sungai menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH)

Tidak dapat dipungkiri listrik telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat guna menunjang aktivitas sehari-hari dan merupakan salah satu penopang keberlangsungan usaha..

Di beberapa wilayah Indonesia yang masih belum terjamah oleh listrik, PID yang satu ini bisa menjadi solusinya. Dengan memanfaatkan aliran sungai yang ada di sekitar, di desa pun bisa mendapatkan fasilitas penerangan yang baik seperti di kota.

Untuk bisa mendorong masyarakat desa melakukan inovasi seperti program pemanfaatan aliran sungai menjadi pembangkit tenaga listrik harus dibantu dan didampingi oleh seseroang yang ahli dalam bidang tersebut.

PID tersebut telah dilaksanakan oleh warga desa yang ada di Batang Uru, Mamasa, Sulawesi Barat yang telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Dengan membuat PID tersebut, kini masyarakat desa di sana bisa menikmati listrik pada malam hari.

Karena idenya tersebut, kini desa Batang Uru menjadi penyedia turbin yang dipesan oleh daerah lain seperti Nusa Tenggara Timur hingga wilayah Sulawesi.

  1. PID Teknologi Sumur untuk Menjaga Ketersediaan Air Bersih

Sebagai negara tropis, tidak jarang di beberapa wilayah Indonesia mengalami kekeringan karena dilanda kemarau selama beberapa bulan yang mengakibatkan masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih.

Melalui PID, masyarakat mampu mengenali dan mengatasi serta memanfaatkan teknologi canggih atau cara-cara baru untuk mengatasi masalah tersebut dengan cara menggunakan teknologi yang ada di sekitar lingkungannya secara mandiri. Salah satu contohnya adalah program inovasi Teknologi Sumu ryang dicetuskan oleh Desa Sugih Waras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Program tersebut dibuat dengan bantuan dari tenaga profesional yang mendampingi, yaitu Himpunan Penduduk Pemakai Air Pam (HIPPAM). Bersama dengan tenaga ahli tersebut, mereka membuat sumur submersible yang memiliki kedalaman 60 meter dan telah ditambah lagi dengan dua sumur untuk menampung air lebih banyak lagi.

Dengan membuat teknologi sumur tersebut, pada akhirnya warga Sugih Waras pun bisa mendapatkan air bersih dan bisa didistribusikan ke rumahnya masing-masing, bahkan didistribusikan ke desa lain hingga mencapai 972 pelanggan.

  1. PID Konservasi Bambu sebagai alternatif untuk Menjaga Sumber Mata Air dan Debit Air Embung Pertanian

Kebanyakan mata pencaharian penduduk desa adalah bertani. Seiring dengan berkembangnya zaman dalam hal pertanian pun mengalami kemajuan seperti dari pupuk, pembibitan, dan terutama dalam hal menjaga kestabilan debit air untuk mengairi lahan pertanian.

Contohnya yang telah dilakukan di desa Sanankerto, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Desa tersebut telah memiliki sebuah program inovasi konservasi bambu agar bisa menjaga debit air embung tetap stabil.

Inovasi tersebut mereka dapatkan dari tenaga ahli yang membantu dan membimbing mereka untuk bisa membuat petani tidak perlu khawatir kekurangan air untuk lahan pertaniannya.

Kini desa tersebut juga menjadi salah satu tujuan wisata, yang kemudian memunculkan kembali mata pencaharian lain yang bermanfaat untuk desa dan juga keluarga mereka.

  1. PID Mengaktifkan Kembali BUMDes yang Dibekukan
PID Mengaktifkan Kembali BUMDes yang Dibekukan
PID Mengaktifkan Kembali BUMDes yang Dibekukan

BUMDes dibekukan biasanya terjadi dikarenakan manajemen BUMDes yang buruk. Adanya BUMDes ini sebenaranya sangat membantu warga sekitar dalam meningkatkan perekonomian. Diperlukan dukungan dan kerja sama yang baik dengan wargan agar BUMDes dapat berkembang dari segi anggota, program, dan juga omset yang didapatkan oleh BUMDes itu sendiri.

  1. PID Mengubah Limbah Minyak Goreng Menjadi Campuran Bahan Bakar Solar Penggerak Mesin Blower

Sangat disayangkan bila sebuah desa yang memiliki keindahan alam dan asri harus ternodai dengan limbah-limbah yang dihasilkan baik oleh industri maupun rumahan, terutama minyak goreng yang notabenenya sering digunakan banyak orang.

Berangkat dari permasalahan tersebut di atas, pihak BUMDes bekerja sama dengan PT. Tirta Investama (Danone Aqua) mengolah limbah minyak goreng menjadi produk campuran bahan bakar.

Hal ini sudah dilakukan oleh masyarakat Desa Panggungharjo, Yogyakarta dimana pada mulanya banyak warga yang membuang minyak goreng secara sembarang yang berakibat buruk pada lingkungan. Masyarakatpun mencari solusinya bagaimana mengolah limbah tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Siapa sangka dari langkah tersebut, pihak BUMDes beserta masyarakat sekitar bisa mendapatkan penghasilan yang cukup besar guna untuk menyejahterakan warganya.

  1. PID Pemanfaatan Tenaga Ahli untuk Pengembangan Usaha Desa

Kekayaan alam yang ada di desa sangat sayang bila tidak dimanfaatkan dan dikelola dengan baik. Karena selain bertani, mereka pun memiliki peluang untuk mengembangkan sumber daya alam lainnya sehingga bisa dijadikan lahan bisnis yang baik.

Dengan memanggil dan bekerja sama dengan tenaga ahli dalam dunia bisnis, diharapkan mereka mampu membimbing para pebisnis desa untuk bisa mengembangkan usahanya. Dengan memanfaatkan SDA yang ada, masyarakat desa bisa mengelola ikan air tawar, budidaya jamur tiram, serta usaha lainnya yang lebih produktif.

Dari kerjasama dan bimbingan itulah, pemerintah desa akan mampu menjadikan masyarakatnya menjadi usahawan baru dengan memanfaatkan kekayaan alam yang ada di sekitarnya.

  1. PID Membangun Sekolah untuk Memenuhi Kebutuhan Pendidikan

Permasalahan di desa yang cukup krusial adalah pendidikan. Pembangunan desa belum sepenuhnya terpenuhi terutama dalam hal pendidikan. Tak jarang, anak-anak di desa harus menempuh puluhan kilometer untuk sampai di sekolah mereka, belum lagi mereka harus mendapati masalah kondisi sekolah yang tidak layak untuk ditempati.

Seperti yang dialami di Pemerintah Desa Blang Krueng, Aceh, desa mereka masih tertinggal terutama dalam hal pendidikan. Maka pemerintah setempat berinisiatif untuk membanguan taman kanak-kanak (TK) dan juga sekolah dasar (SD) guna memenuhi kebutuhan warganya untuk mengenyam pendidikan awal dan dasar.

Sebelum kejadian Tsunami, bangunan pendidikan di desa tersebut sudah cukup terpenuhi. Sayangnya desa tersebut menjadi desa yang terkena dampak tsunami. Maka, dari sanalah pemerintah setempat membangun kembali dari nol sehingga kebutuhan pendidikan warga terpenuhi dengan baik.

  1. PID dengan Inovasi Membuka Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)

Selain mendirikan pendidikan formal, ada pula desa yang membuat PID dengan membangun lembaga pendidikan non formal yang bernama Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Contohnya yang telah dilakukan di Desa Lauwonu, Gorontalo sejak tahun 2006. Tenaga pendidik yang dimiliki PKBM pun berasal dari berbagai macam kalangan, mulai dari guru SMK hingga mahasiswa perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Mereka membuat sistem pembelajaran yang lebih mendorong untuk meningkatkan skill/keahlian yang mereka miliki. Dengan demikian, para alumni PKBM akan siap untuk kerja ataupun bisa membuka usaha sendiri.

  1. PID BPJS Desa Mandiri

BPJS saat ini menjadi “kartu sakti” yang bisa meringankan biaya pengobatan warga Indonesia. Namun, sayangnya tidak semua warga memiliki kartu tersebut selain kendala teknis ada pula yang memang tidak ingin mengurusnya.

Karena itu, Pemerintah Desa Kuripan Selatan, Kuripan, Lombok Barat, berinisiatif untuk merintis sebuah kebijakan untuk bisa membantu biaya perawatan masyarakat yang kurang mampu. Hal ini mereka lakukan dengan membuat BPJS Desa mandiri yang dikelola oleh Organisasi Kesehatan Masyarakat (OKM) desa.

PID BPJS mandiri ini diharapkan masyarakat desa dapat gotong royong dalam hal mendapatkan layanan kesehatan. Karena jika mengandalkan BPJS yang dikelola pemerintah, banyak masyarakat di desa Kuripan Selatan yang tidak sanggup membayar iuran rutinnya

10. PID Pertanian dan Budidaya Ikan Mina Padi

Program inovasi desa Pertanian dan Budidaya Ikan Mina Padi

Mina Padi yang merupakan integrasi antara pertanian dan budidaya ikan dalam satu lahan, dapat meningkatkan omset para petani sampai tiga kali lipat, tetapi tak banyak petani yang dengan mudah beralih ke Mina Padi.

Keuntungan lain dari mina padi, menurut Sigit, petani tak mengalami banyak kerugian jika sawahnya mengalami gagal panen, karena masih mendapatkan manfaat dari budidaya ikan.

Selain keuntungan ganda yang didapat dari lahan mina padi, harga jual padinya pun lebih mahal dibandingkan dengan padi biasa, karena bebas pupuk kimia.

Dari berbagai sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *