Ini Sebab Warga dan AMPIBI Tolak Pembangunan PLTU Tarowang Jeneponto

oleh
Warga dan

SUARALIDIK.COM, JENEPONTO – setelah warga sekitar menolak pembangunan Pembangkit listrik Tenaga uap ( PLTU ) bahan bakar batu bara di Tanjung Batu Jangan, Dusun Bontobaru, Desa Balang Baru, Kec Tarowang, Kabupaten Jeneponto, kali ini di suararakan organisasi lingkungan hidup pemerhati lautan Aliansi Masyarakat Peduli Bahari Indonesia ( AMPIBI). Selasa (30/05/2017)

Warga dan Aliansi Masyarakat Peduli Bahari Indonesia ( AMPIBI) menolak pembangunan PLTU Tarowang Jeneponto 

Muhammad​ Ramli Koordinator AMPIBI mengatakan kelangsungan rencana pembangunan PLTU itu butuh pertimbangan besar ditengah penolakan warga pemilik lahan dan nelayan setempat, apalagi lokasi pembangunan PLTU Tersebut tidak jauh dari pinggir pantai dan hutan pohon mangrove.

‌Pembakaran batubara sebagai bahan bakar PLTU meninggalkan jejak kerusakan yang dahsyat, Air dalam jumlah yang besar dalam pengoperasian PLTU mengakibatkan kelangkaan air di banyak tempat apalagi Jeneponto merupakan daerah tandus, zat Polutan beracun yang keluar dari cerobong asap PLTU mengancam kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar yang bisa berakibat infeksi saluran pernafasan dan berbagai macam penyakit sistem pernafasan, merkuri perusak perkembangan saraf anak-anak balita dan janin dalam kandungan ibu hamil yang tinggal di sekitar PLTU berpotensi Menjadikan bayi lahir dalam keadaan cacat .

Dan yang tak kalah penting, pembakaran batubara di PLTU adalah sumber utama gas rumah kaca penyebab perubahan iklim seperti karbon dioksida yang memperburuk kondisi  iklim kita, limbah PLTU yang akan merusak lingkungan sekitar dan daerah pesisir yang menjadi satu-satunya pilihan yang dimiliki para nelayan untuk memperjuangkan eksistensi kehidupan mereka Jelas Muhammad Ramli

Sementara Itu Anwar Ta’le Masyrakat Setempat Mengatakan Bahwa Kec. Tarowang Tidak Termasuk Daerah Industri Dalam RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah), Kenapa Di Tarowang Di Bangun PLTU ? Tuturnya.

Anwar Menambahkan, Radius Pembangunan PLTU Dari Pemukiman Penduduk Juga Hanya Berjarak Sekitar 50 Meter Ini Semakin Menambah Ancaman Bagi Warga Sekitar, Sejak Dari Awal Ada Wacana Pembangunan PLTU Tarowang Warga Sudah Menolak Namun sampai Sekarang Penolakan Warga tidak di respon oleh Pemerintah Setempat, Bahkan Ada Oknum Yang Sengaja Melakukan Intimidasi kepada Masyarakat Yang Tegas Menolak Pembangunan PLTU Sehingga Pembangunan PLTU Tarowang Terkesan Di Paksakan.

PLTU itu Akan Menjadi Pembunuh Senyap bagi masyarakat Tarowang Jeneponto, Kami Mendukung Masyarakat setempat untuk terus menolak pembangunan PLTU di kecamatan Tarowang, kami juga siap untuk ikut bersama-sama​ masyarakat dalam penolakan ini demi kelestarian lingkungan dan kelangsungan hidup masyarakat setempat, Tutur Ramli Anak Pulau ini.

Adhe