banner 728x250

Kabar Baik ! Gandeng LIDIK PRO, PT Plaza Desa Indonesia Cari 1000 Petani Muda di Bulukumba

  • Bagikan
Manajemen PT Plaza Desa Indonesia bersama Sekjend LIDIKPRO dan awak media serta pengurus LIDIKPRO ||tim

BULUKUMBA, suaralidik.com – Tanaman Kelor (Moringa Oleifera) oleh World Health Organization (WHO) dijuluki sebagai pohon ajaib (The Miracle Tree) karena memiliki kandungan nutrisi yang bermanfaat dan berkhasiat.

Kelor terbukti mempunyai nilai gizi yang tinggi sehingga bisa bermanfaat sebagai pangan, obat dan sumber gizi keluarga.

banner 728x250

Tanaman kelor tergolong tanaman yang mudah tumbuh pada pekarangan rumah dan lahan kosong.

Berjuta manfaat yang dikandung oleh kelor menyebabkan tingginya permintaan pasar terhadap komoditi tropis tersebut.

Berbagai macam produk yang berbahan dasar kelor mulai dari produk obat, produk herbal, kosmetik dan sumber pangan dan minuman seperti kripik, teh, kopi dan lainnya.

Menjawab tantangan tersebut, PT. Plaza Desa Indonesia bekerjasama dengan DPN LIDIK PRO ( (Lembaga Invetsigasi Mendidik Pro Rakyat Nusantara) mencanangkan program 1000 petani kelor untuk Kabupaten Bulukumba.

Lidik Pro 1000 petani - PT Plaza Desa Indonesia
Sekjend LIDIKPRO Muh.Darwis bersama Manajemen PT Plaza Desa Indonesia saat menemui petani di Kecamatan Bontobahari ||tim

1000 Petani Kelor

Sebanyak 1000 petani kelor disiapkan untuk memenuhi permintaan pasar.

Cukup dengan menyiapkan lahan seluas 10 Are untuk membudidayakan ribuan pohon ajaib itu. Perawatan yang mudah dan nilai ekonomis yang tinggi menjadi daya tarik tersendiri dalam membudidayakan tanaman yang berasal dari daerah pegunungan Himalaya India.

PT. Plaza Desa Indonesia akan membina para petani kelor dengan sistem kemitraan. Setiap petani nantinya akan mendapatkan fasilitas sebuah mesin pengering yang mampu memproduksi sekitar 3 Kg daun kelor.

“Perusahaan kami akan membeli seluruh hasil produksi dari para petani. Nilai jual 1 Kg kelor kering adalah Rp.50.000 (Lima Puluh Ribu Rupiah),” ungkap Muh.Aciking, manajemen dari PT. Plaza Desa Indonesia kepada suaralidik, Jumat (20/08).

Ia juga menyebutkan, adapun estimasi penghasilan petani dari lahan seluas 100 Meter persegi (10 Are) cukup untuk menanam 1000 pohon.

Untuk menghasilkan 3 Kg daun kelor kering cukup dengan memetik 20-25 pohon dan dapat berproduksi setiap hari

“Jika harganya perkilo 50 ribu rupiah setiap hari tentunya ada 150 ribu. Dalam sebulan setiap petani bisa bisa berpenghasilan sekitar Rp 3 juta sampai Rp 4,5 juta” paparnya.

“Kelor itu tanaman yang mudah dan murah, apalagi kondisi tanah daerah Bulukumba cocok untuk tanaman jenis ini. Jika ada yang berniat menjadi petani kelor silahkan hubungi LIDIK PRO karena program ini oleh PT.Plaza Desa Indonesia mempercayakan LIDI KPRO sebagai mitra tunggal ” singkat Sekjend LIDIKPRO Muh.Darwis .

Dengan perawatan yang cukup mudah dan murah tentunya program ini mampu membantu meningkatkan ekonomi masyarakat.

Pada pandemi Covid-19, tentu mampu menyerap tenaga kerja yang banyak.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *