Kabar Gembira, Bulukumba Terima Sertifikat Pinisi Dari UNESCO Sebagai Warisan Budaya

oleh
Sertifikat Pinisi
Penyerahan Sertifikat Pinisi The Art Of Boatbuilding Sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO kepada Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto, Selasa (27/3/2018) Malam

Bulukumba,suaralidik.com – Keputusan Sidang ke-12 Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO di Jeju Island, Korea Selatan, pada hari Kamis 7 Desember 2017 tentang Seni Pembuatan Perahu di Sulawesi Selatan (PINISI: Art of Boatbuilding in South Sulawesi) ke dalam UNESCO Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity membuahkan hasil cemerlang.

Selasa (29/3/2018) malam, Sertifikat Pinisi The Art Of Boatbuilding Sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO diserahkan langsung kepada Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto

Penyerahan Sertifikat Pinisi The Art Of Boatbuilding dari Kemendikbud ini, berlangsung  di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Bontobahari di Tana Beru, Kecamatan Bontobahari, Bulukumba, Sulsel.

Usai menyerahkan Sertifikat Pinisi oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid yang didampingi Direktur Warisan dan Diplomasi Kebudayaan Kemendikbud, Dr. H. Nadjamuddin Ramly, M.Si  mengungkapkan kalau pembuatan Pinisi sangatlah berbeda pada umunya.

“Di barat, orang buat kapal pakai meter, pakai komputer, hitungan matematik dan sekolah tinggi, itupun dia buat rangkanya dulu,” ungkap Hilmar.

Kalau di Bulukumba, secara turun temurun membuat perahu mulai dari bungkus luar kemudian lanjut ke rangka tanpa buku dan hitungan dan komputer dan itulah yang menjadi kekaguman bagi dunia.

Ia beraharap dengan ditetapkannya Pinisi tersebut, dapat menjadi motivasi untuk para pengrajin dan generasi muda untuk menjaga dan terus melestarikan warisan leluhur itu.

Ditempat yang sama, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, juga menyerahkan Sertifikat yang sama kepada Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo yang diwakili Kadis Kebudayaan Pariwisata Sulsel, Musaffar Syah.

Dalam sambutannya, Tomy Satria menyebutkan, dengan pengakuan dunia tersebut, membuat keahlian turun temurun tidak diragukan lagi dan menjadikan Pinisi menjadi kebanggaan.

” Ini Bukan hanya untuk Bulukumba dan Sulsel, tapi Indonesia pada umumnya,” Jelas Tomy penuh semangat.(***Awal)

 


Abdul Nazaruddin

Rujadi

H.Askar

Harris Pratama