Kepala Desa Bonto Katute Geram Dengan Adanya Bangunan Poskesdes Di Desanya Tak Bertuan

oleh
Poskesdes Desa Bonto katute
Kepala desa Bonto Katute Muh Masri (45) saat ditemui langsung dirumahnya terkait dengan bangunan Poskesdes yang tidak bertuan lagi, Sabtu (17/6)

Suara Lidik Sinjai,- Kepala Desa Bonto katute Desa Bonto Katute Kecamatan Sinjai Borong Kabupaten Sinjai Muh. Masri (45) mulai geram dengan adanya bangunan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes)  yang dinilainya tak bertuan lagi, Sabtu (17/6)

Poskesdes Desa Bonto katute
Kepala desa Bonto Katute Muh Masri (45) saat ditemui langsung dirumahnya terkait dengan bangunan Poskesdes yang tidak bertuan lagi, Sabtu (17/6)

Surat edaran yang diterima oleh Muh Basri dari Puskesmas Biji nangka yang berbunyi bahwa bagi ibu-ibu yang mau melahirkan tidak lagi di perbolehkan melahirkan di rumah tapi harus melahirkan di Poskesdes atau di Pustu dan harus di tolong oleh Bidan dan tidak boleh di bantu atau di tolong oleh Dukun terlatih dan kapan ada yang di tolong oleh Dukun terlatih maka akan di tindaki dengan hukum.

Hal ini disampaikan langsung oleh Muh Masri kepada pers suaralidik.com saat dikonfirmasi soal bangunan Poskesdes yang tidak lagi difungsikan itu. Sabtu (17/6)

Baca jugaMiris..!! Poskesdes Desa Bonto Katute Sinjai Borong Sama Sekali Tidak Ada Layanan Kesehatannya

Selain itu Masri juga menjelaskan bahwa dulu ada kebijakan dari Dinas Kesehatan kalau ibu-ibu bisa melahirkan di rumah melalui bantuan tenaga Dukun Terlatih karna ini diakibatkan susahnya kendaraan angkutan pasien ke Puskesmas dan faktor medan (jalanan ) yang kondisinya rusak parah.

Dulu masih bisa melahirkan di rumah karena sangat susah mendapatkan kendaraan ketika ada ibu-ibu yang mau melahirkan, selain itu kondisi jalanan di sini sangat rusak parah yang tentunya malah membahayakan kondisi ibu hamil tersebut, sekarang kebijakan itu sudah tidak ada dan bahkan akan dikenakan hukum apabila melahirkan di rumah ” Ucap Masri dengan nada kesal melalui telpon selulernya

Menurut Masri, kalau ingin menerapkan aturan seperti itu maka perhatikan kondisi wilayahnya karena kebijakan harus seiring dengan kondisi yang memungkinkan.

Jika ada warga yang butuh pertolongan tenaga medis harus kemana…? ibu ibu yang mau melahirkan harus kemana dan siapa yang mau menolong mereka…? sementara jarak dari Puskesmas Biji nangka di wilayah dusun Coddong ini sangatlah jauh dan butuh waktu 1-2 jam baru sampai  dan tidak sedikit warga yang butuh pertolongan ” jelas masri

Desa Bonto Katute
Kondisi bangunan Poskesdes Desa Bonto Katute Kecamatan Sinjai Borong Kab Sinjai yang terbengkalai, Sabtu (17/6)

Muh Masri selaku kepala desa memang sangat menyangkan fasilitas Poskesdes bangunan yang sudah ada itu tidak difungsikan lagi dengan alasan tidak ada tenaga medis, Ia bahkan menilai kalau bangunan itu hanya pemborosan anggaran sekitar 179 juta rupiah yang bersumber dari Dinas Kesehatan Sinjai. (Andi/Bcht)