Kepala Sekolah SDN 169 Tokala dianiaya Oknum Guru di Kantor Dinas Pendidikan Bulukumba

oleh
Kepala Sekolah SDn 169
Korban Nurdin S.Pd, Kepala Sekolah SDN 169 Tokala Desa Darubiah Kec. Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba

Bulukumba,suaralidik.com – Kepala Sekolah SDN 169 Tokala Desa Darubiah Kec. Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba dianiaya oleh oknum gurunya sendiri di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bulukumba yang terletak di Jln Ahmad Yani Kota Bulukumba, Senin (23/4)

Adalah Nurdin S.Pd (58) yang dipukuli oleh oknum guru berinisial HB yang juga masih aktif sebagai tenaga pengajar di sekolahnya.

Menurut Nurdin, Senin (23/4/2018) dirinya hendak membuat laporan di kantor Dinas Pendidikan Bulukumba namun tiba-tiba dirinya bertemu dengan HB dan langsung menyerangnya dengan memukul dan menendang dirinya di depan orang banyak.

Peristiwa ini juga disaksikan langsung salah satu wartawan yang kebetulan sedang berada di tempat kejadian saat peristiwa sedang berlangsung dan sempat melerai amukan pelaku HB yang beringas kepada korban.

“saya dipukuli dan ditendang pak di kantor Dinas Bulukumba oleh HB itu, untung banyak orang yang menarik sipelaku itu yang terus berusaha memukul saya pak” ungkapnya kepada Media.

Nurdin juga menuturkan jika dirinya sering kali dibentak-bentak oleh pelaku namun dirinya sebagai kepala sekolah selalu berusaha sabar menghadapi kelakuan oknum guru yang satu ini.

“setiap hari saya selalu dicaci maki dengan kata kasar dan jorok. Dirinya jarang masuk mengajar di sekolah, jika saya mengalfakan kehadirannya kadang Ia mencaci maki saya karena katanya saya memperkosa daftar hadir dan bentakan ini pun bahkan dilontarkan di hadapan murid-murid saya juga pak” lanjut Nurdin yang masih terlihat shock paska penganiyaan itu.

Juga ditambahkannya, HB memang sering mengundang opini kebencian terhadap dirinya sebagai kepala sekolah dengan memerintahkan anak-anak untuk melempari batu kepada dirinya.

“ada beberapa anak mengaku kalau mereka disuruh oleh HB untuk melempari saya batu dan pernah juga saya membuat laporan kepolisian saat saya sudah tidak sabar menahan ejekan yang dilontarkan ke saya” lanjut Nurdin

Nurdin selaku korban bahkan pernah membuat laporan kepolisian ke Polsek Bonto bahari terkait dengan perlakuan HB ini. tetapi anehnya, setelah melapor ke pihak berwajib, laporan polisinya pun tidak diberikan kepadanya.

“saya pernah buat laporan ke polisi tapi tidak berikan LPnya ke saya sebagai bukti,hanya pihak polisi mengatakan kalau akan segera diproses tapi sampai sekarang belum diproses juga” kesal Nurdin

Peristiwa penganiayaan yang menimpa Nurdin di kantor Disdikbud Bulukumba ini mengundang banyak perhatian dari berbagai kalangan karena selain disaksikan guru-guru yang sedang berada dikantor, juga disaksikan langsung oleh seorang wartawan dan beberapa aktifis (LSM) yang kebetulan sedang berada di tempat kejadian.

Salah satu Anggota Lidik Pro, Sultan Arif yang menyaksikan langsung peristiwa ini menjelaskan bahwa dirinya juga kaget melihat korban tiba-tiba dipukuli kemudian ditendang oleh pelaku HB di depan banyak orang.

“saya juga kaget,karena tiba-tiba saja pelaku menyerang korban, setelah itu kemudian saya dekati Nurdin selaku korban untuk menghindari pelaku yang sudah tampak semakin geram dan selalu berusaha menyerang korban” jelas Arif yang juga Humas di Lembaga Investigasi Mendidik Pro Rakyat Nusantara ini.

Setelah menjelaskan kronologis dan alasan-alasan dari korban, Arif kemudian menyarankan korban agar segera melaporkan pelaku ke pihak berwajib dan menyarankan bekas semir sepatu jejak tendangan pelaku HB pada pakaiannya tidak usah dibersihkan dulu sebagai salah satu bukti.

Senada dengan salah satu wartawan dari suaralidik.com, Iswanto pun mengungkapkan jika oknum guru HB yang memukul Nurdin tidak tampak sama sekali etika seorang guru yang gayanya bakpesilat baru turun dari gunung merapi.

” bayangkan pada waktu pak Kadis pendidikan telah memberikan pembinaan kepada HB begitu keluar dari ruangan pak kadis tiba-tiba melompat lagi kearah pak Nurdin untuk memukul, namun dipegang salah satu staf kantor Dinas pendidikan sehingga niatnya batal lagi. Ungkap iswanto dengan nada jengkel.

Iswanto pada saat itu juga mengungkapkan jika dirinya siap menjadi saksi atas kasus penganiayaan ini.

” kalau polsek butuh saksi maka saya siap jadi saksi karena kezaliman sudah didepan mata” Tutupnya