banner 728x250

Komitmen Memberantas Sindikat Penempatan Non Prosedural, BP2MI Launching Satgas PMI

Redaksi 1 - Tak Berkategori
  • Bagikan
kepala b2pmi benny rhamdani satgas pmi
Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani

Jakarta, suaralidik.com – Sesuai dengan komitem awal Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani untuk memberantas sindikasi penempatan Pekerja Migran non prosedural (ilegal), kini BP2MI me-launching Satgas PMI untuk pemberantasan sindikasi penempatan PMI Non Prosedural.

Baca Juga : Benny Ramdhani Mengapresiasi Kinerja Lidik Pro Dalam Perlindungan Pekerja Migran

banner 728x250

Tepat di Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke 75 RI 17 Agustus 2020, Benny menggariskan kebijakan yang tegas untuk bersama-sama memerangi sindikat pengiriman PMI non prosedural yang selama ini menjadi akar karut marutnya, berantakannya persoalan penempatan PMI.

Selain me-launching satgas PMI, Ia juga melakukan pembebebasan biaya penempatan sebagai hadiah istimewa untuk pekerja migran dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke 75 RI.

“Sejak Sertijab 4 bulan lalu, saya sudah mengidentifikasi bahwa persoalan terbesar PMI adalah kuatnya sindikasi yang melibatkan berbagai oknum, baik di jajaran pemerintahan maupun di luar pemerintahan,” kata Kepala BP2MI Benny Rhamdani di Aula BP2MI, Jakarta, Senin (17/8/2020)

“Sehingga negara tidak dapat memberikan pelindungan maksimal, selain juga dirugikan akibat hilangnya potensi remitansi,” jelas Benny.

Menurut Benny, pada hari ini 17 Agustus, seraya merayakan 75 tahun Indonesia Merdeka, BP2MI me-launching Satgas Pemberantasan Pengiriman PMI Non Prosedural yang akan didorong menjadi bagian dari Gugus Tugas Nasional sehingga memiliki kewenangan yang kuat, mampu berkoordinasi dengan K/L maupun Pemerintah Daerah serta dapat menjangkau hingga Pemerintah di level desa.

“Perlu saya sampaikan, Satgas ini akan melakukan pencegahan dan penanganan sindikat pengiriman PMI Non Prosedural land-based dan sea-based, dan beroperasi di daerah-daerah perbatasan, di kantong-kantong PMI, serta melakukan pencegahan dan penanganan di negara tujuan penempatan tertentu,” ujarnya.

Ia menambahkan, satgas ini juga melibatkan kelompok-kelompok masayarakat sipil, kalangan ormas keagamaan, serta para akademisi untuk menguatkan efektivitas kerja dari satgas tersebut.

“Kita akan buktikan, kita bisa melakukannya. Negara tidak akan kalah dengan mereka, seberapa pun kuatnya mereka, sebesar apapun jaringan mereka, kita akan sikat tuntas,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan Benny pernah melakukan kunjungan kerja di UPT BP2MI kota Makassar dan Kota Manado.

Baca Juga : 17 Agustus Mendatang, BP2MI Akan Me-launching Satgas PMI & Peraturan Badan Tentang Pembebasan Biaya Penempatan

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *