Kunjungi Petani di Lembanna Gowa, Tanribali Terjun Langsung ke Sawah

oleh
Tanribali Lamo
Tanribali saat berada di lokasi sawah warga

GOWA,suaralidik.com – Calon Wakil Gubernur Sulsel nomor urut 2, Tanribali Lamo melakukan kunjungan dan silaturrahmi dengan warga di Lingkungan Lembanna, Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa, Kamis (12/4/2018).

Tanribali berdiskusi dengan warga setempat yang mayoritas berprofesi sebagai petani, tentang sistem dan pola pertanian hingga masalah tata niaga hasil produksi pertanian yang digunakan warga setempat.

Tokoh masyarakat setempat, Hamzah menyampaikan sejumlah hal yang selama ini masih menjadi kendala para petani. Mulai dari tingginya bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang besarannya 7%, hingga kesulitan saat memasarkan hasil panen.

“Kendala kita disini itu soal pemasaran dan harga jual. Kalau panen kita bersamaan dengan daerah penghasil wortel, kentang, kol, tomat dan sawi lainnya, harga pasti jatuh. Apalagi masyarakat disini hanya menjual hasil pertanian ke tengkulak atau pengepul,” kata Hamzah.

Menurut Hamzah, sampai saat ini masyarakat di wilayahnya belum memiliki alternatif lain, selain menjual langsung hasil panen ke tengkulak, meski harganya terkadang sangat rendah.

Mendengar keluhan itu, Tanribali memberikan pandangan dan pemahaman tentang pola ‘Tanam, Petik, Olah, Jual’ yang jika benar-benar dijalankan dengan baik, maka hasilnya akan membuat para petani sejahtera.

“Waktu saya masih menjadi pelatih tentara, saya pernah dan cukup lama tinggal di Lembang, Jawa Barat, yang juga merupakan daerah pertanian. Petani disana sudah bisa mengendalikan harga dan tempat pemasaran. Mereka juga punya alternatif selain menjual langsung hasil panennya, jika harga sedang rendah. Itu yang membuat petani disana bisa sejahtera,” kata Tanribali.

Kata dia, agar para petani di Lingkungan Lembanna, Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggi Moncong bisa lebih sejahtera, petani harus paham tentang tata niaga, dan menerapkan pola ‘Tanam, Petik, Olah, Jual’ dengan baik.

“Makanya petani juga harus mau belajar mengatur dan mengolah hasil pertaniannya, supaya harga jualnya lebih tinggi. Kalau mulai dari memetik, mengolah dan menjual hasil panen itu dilakulan sendiri oleh petani, pasti untungnya akan lebih banyak. Akhirnya, petani bisa sejahtera,” jelasnya.

Ia mengatakan, jika nantinya Agus Arifin Nu’mang dan dirinya terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur Sulsel, ia berjanji akan memberikan perhatian khusus kepada para petani.

“Kita akan support dan benahi pola pengaturan awal, sistem pertanian hingga ke tata niaganya.
Kita akan minta instansi terkait mengoptimalkan penyuluhan dan pendampingan. Kita mau petani-petani kita bisa benar-benar sejahtera,” tutupnya. (**BCHT)