Kunjungi RSUD Andi Sulthan Dg Radja, Tim Surveyor KARS diterima Langsung Bupati Bulukumba

oleh
Tim surveior KARS
Kunjungan Tim surveior KARS ( Komisi Akreditasi Rumah Sakit) ke Rumah Sakit Umum A. Sultan Dg. Raja, Senin (23/4/2018) disambut langsung oleh Bupati Bulukumba Andi Sukri A Sappewali

Bulukumba,suaralidik.com – Tim surveior KARS( Komisi Akreditasi Rumah Sakit) dipimpin Dr. Yan Aslian Noor.MPH, bersama dr. Zainal Abidin, Sp.THT dan Ns. Ni Made Murtini, Senin(23/4) mengunjungi Rumah Sakit Umum A. Sultan Dg. Raja. Menariknya, karena tim ini diterima Bupati Bulukumba AM.Sukri A.Sappewali.

Direktur RSUD HA.Sulthan Dg Radja Dr.H.Abdurrajab menyampaikan, kedatangan tim surveyor KARS bertujuan untuk menyambut survey remedial Akreditasi RSU A. Sultan Dg. Raja, dalam rangka meningkatkan Akreditasi RS yang telah meraih akreditasi utama Bintang 4 dan menargetkan meraih paripurna Bintang 5.

Sementara itu, Bupati Andi Sukri menyampaikan terima kasih atas kunjungan dari tim Surveyor KARS yang akan melakukan survey di RSUD H. A. Sultan Dg. Raja, yang tentunya akan berdampak pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat, baik di bidang infrastruktur maupun kualitas SDM Aparat yang ada di RS.

Dihadapan tim KARS dan managemen RSUD HA.Sulthan Dg Radja, Andi Sukri menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai nilai kemanusiaan dalam memberikan pelayanan. ” Jangan terlalu kaku dalam melayani masyarakat, selamatkan jiwa masyarakat kita, apalagi yang sudah kritis, nanti setelah itu baru proses administrasinya,” tegas Andi Sukri.

Pada kesempatan itu, Andi Sukri juga menegaskan agar seluruh petugas di rumah sakit itu, meningkatkan motivasi kerja, sehingga mampu membuktikan kalau rumah sakit ini , dapat menjadi rumah sakit yang terpandang khususnya di bagian selatan Sulsel dan mampu meraih akreditasi paripurna.

Dr. Yan Aslian Noor selaku ketua tim surveyor menekankan kepada seluruh pejabat dan dokter yang ada di RS terkait 3 Pokja akreditasi yang akan disurvey, yaitu Pokja MKI, MPO dan MDG s.
Menurut dr Yan, ketiga Pokja ini harus harus mencapai minimal 80%, sehingga diharapkan kepada seluruh pihak yaang terlibat dalam proses akreditasi ini, agar serius dalam melaksanakan apa yang menjadi tanggung jawab seluruh terkait.- (***Edy)