iklan banner pemrov sulsel
Pemerintah-Kabupaten-Bantaeng
Banner PDAM Makassar

LSM LIDIK PRO Bersama PMII Gelar Aksi Protes Terhadap Kebijakan Pemkab Bulukumba Yang Tidak Pro Rakyat

waktu baca 4 menit

Loading

Suara Lidik Bulukumba,-  Lembaga Investigasi Mendidik Pro Rakyat Nusantara (LIDIK PRO) bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bulukumba gelar aksi protes terhadap kebijakan pemerintah bulukumba yang dianggap merugikan para Pedagang Kaki Lima (PKL) Islamic Center Dato Tiro, Selasa (18/4/2017).

LSM LIDIK PRO
LSM LIDIK PRO Bersama PMII Gelar Aksi Protes Terhadap Kebijakan Pemkab Bulukumba Yang Tidak Pro Rakyat di Depan kantor DPRD dan Pemkab Bulukumba, Selasa 18/4/2017

Aksi unjuk rasa ini merupakan tindak lanjut dari laporan dan keluhan para PKL Islamic Center Dato Tiro di sekretariat LSM LIDIK PRO yang terletak di Jln Cendana sejak beberapa pekan lalu.

Ketua DPD LIDIK PRO Bulukumba Harianto Syam selaku korlap dalam orasinya menegaskan kepada DPRD Bulukumba bahwa Pedagang Kaki Lima (PKL) merupakan salah satu alternatif mata pencaharian sektor informal yang termasuk ke dalam golongan usaha kecil.

Usaha kecil dalam Penjelasan UU No. 9 Tahun 1995 adalah kegiatan usaha yang mampu memperluas lapangan kerja dan memberikan pelayanan ekonomi yang luas kepada masyarakat, dapat berperan dalam proses pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan berperan dalam mewujudkan stabilitas nasional pada umumnya dan stabilitas ekonomi pada khususnya.

Peranan pemerintah khususnya di Kabupaten Bulukumba terkait penataan keberadaan pedagang kaki lima di Islamic Center Dato Tiro memang sudah dilakukan, namun bebicara persoalan tepat atau tidaknya, masih menjadi boomerang bagi para pedagang.

Dalam aksi unjuk rasa dengan orator yang bergantian ini juga disebutkan kalau ada beberapa hal yang menjadi substansi tidak efektifnya kebijakan pemerintah Kabupaten Bulukumba, khususnya dimasa pemerintahan A. Sukri. A. Sappewali bersama Tomy Satria Yulianto terhadap penataan kehadiran pedagang kaki lima khususnya yang berjualan di depan Masjid Islamic Center Bulukumba. Lanjut Harianto Syam

Pertama persoalan tempat, sarana dan prasarana yang di dinilai sangat tidak efektif, serta tidak mampu mendorong keinginan masyarakat untuk berkunjung sehingga dampak yang ditimbulkan adalah menurunnya pendapatan pedagang secara drastis, pertanyaannya adalah apakah hal ini sudah memenuhi kriteria visi misi pemkab Bulukumba “SEJAHTERA DAN TERDEPAN” ?

Islamic Center Bulukumba
Aksi protes keras Pedagan Kaki Lima (PKL) Islamic Center Bulukumba,Selasa 18/4/2017

Berikutnya persoalan tingginya beban sewa tempat yang diberikan kepada para pedagang, sangat tidak wajar jika para pedagang kaki lima jika harus dibebankan biaya sewa sebesar Rp. 3.387.800,-/tahun sementara tidak ditunjang dengan besaran pendapatan perhari yang mereka dapatkan.

Dispenda Bulukumba
Biaya sewa kios jualan PKL islamic center Dato tiro bulukumba yang dibagikan oleh Dispenda Bulukumba kepada PKL

Pertanyaan yang sama akan muncul adalah apakah hal ini sudah memenuhi kriteria visi misi pemkab Bulukumba “SEJAHTERA DAN TERDEPAN” ? Selanjutnya persoalan ketersediaan KWH Meter dan perangkat (mesin) pompa air yang harus ditanggung sendiri oleh para pedagang.

Berdasarkan beberapa hal yang menjadi substansi masalah di atas, maka sangat tidak berbanding lurus jika visi misi pemkab Bulukumba tentang “SEJAHTERA DAN TERDEPAN” denga program unggulan “BULUKUMBA MELAYANI”, bahkan visi misi dan program andalan ini hanya akan menjadi mimpi yang berkepanjangan bagi masyarakat Bulukumba.

Kita tidak memungkiri jika tujuan dari kebijakan pemerintah Bulukumba untuk mendorong peningkatan PAD, namun tidak seharusnya melibatkan masyarakat kecil sebagai indikator. Olehnya dengan menilai dan menganalisa kebijakan pemerintah terhadap upaya penataan keberadaan pedagang kaki lima di Islamic Center Dato Tiro kami nilai sebagai bentuk penghianatan pemerintah terhadap rakyatnya.

Sesuai dengan uraian pandangan dan fenomena di atas, maka kami selaku dewan pengurus Persatuan Pedagang Kaki Lima (P2KL) Kabupaten Bulukumba bersama Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Investigasi Mendidik Pro Rakyat Nusantara (LIDIK PRO) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), menyatakan sikap sebagai berikut :

1. Mendesak pemerintah (Bupati dan Wakil Bupati) Kab. Bulukumba untuk segera memindahkan pedagang kaki lima yang saat ini berjualan di pekarangan Masjid Islamic Center Bulukumba ketempat semuala mereka berjualan.

2. Mendesak DPRD Bulukumba untuk segera melakukan audit RAB bangunan yang ditempati para pedagang di depan Islamic Center Bulukumba.

3. Mendesak pemerintah (Bupati dan Wakil Bupati) Kab. Bulukumba untuk menunjukkan RAB bagunan yang ditempati para pedagang, karena kami menilai pengadaan KWH meter dan sarana air bersih sudah masuk dalam RAB dan bukan tanggungan dari para pedagang

Orasi yang berlangsung sekitar 1 jam lebih itu menarik perhatian masyarakat bulukumba yang sempat melintas di jalan poros depan mesjid Islamic Center Dato tiro dan kantor Pemda Bulukumba.(INSAR/BCHT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam